BNI Genjot Penggunaan EDC

502

SEMARANG – PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk terus menggenjot penggunaan mesin Electronic Data Capture (EDC) sebagai solusi transaksi non tunai. Tak tanggung-tanggung, BNI wilayah Semarang mentargetkan penambahan penggunaan mesin EDC bagi merchant baru bisa mencapai 1.020 unit per bulan.

Head of Consumer BNI Kanwil Semarang, Reni Tri Ekawati mengatakan, makin banyaknya merchant yang bekerjasama dengan BNI untuk penggunaan EDC, diharapkan mampu mendongkrak bisnis BNI di sektor ritel. Apalagi, dengan menggunakan EDC akan memberikan keuntungan bagi merchant maupun konsumen. “Dengan EDC, transaksi lebih praktis, aman dan mudah. Bagi merchant itu menjadi nilai layanan lebih untuk konsumennya. Dan bagi konsumen, jelas tak perlu membawa uang tunai untuk berbelanja,” katanya, disela BNI Selling Day, EDC dan KUR, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, saat ini di Jateng-DIY setidaknya sudah ada 85.000 merchant bekerjasama dengan BNI dalam penggunaan mesin EDC. Dari jumlah tersebut, sekitar 50% diantaranya berasal dari sektor perdagangan, serta sisanya di sektor pendidikan, rumah sakit, perhotelan, dan lain-lain. “Harapannya merchant yang bekerjasama makin banyak lagi. Dari 17 unit kantor area di Jateng-DIY, kami mentargetkan masing-masing area mampu menggandeng 60 merchant baru per bulan atau 2 merchant per hari, sehingga dalam satu bulan target kami 1.020 merchant kerjasama EDC BNI bisa terpenuhi,” ungkapnya.

Ditambahkan, untuk bisa bekerjasama menggunakan mesin EDC BNI sangat mudah syaratnya. Masyarakat yang memiliki usaha, cukup hanya menyerahkan fotokopi KTP, fotokopi NPWP, dan foto lokasi. “Saat ini kami memang ada program kemudahan kerjasama penggunaan EDC BNI. Program ini bahkan telah kami bundling dengan Taplus Bisnis,” imbuhnya.

BNI, lanjutnya, memberikan penawaran khusus setoran awal BNI Taplus Bisnis Perorangan yang akan menjadi rekening afiliasi dari BNI EDC, hanya dengan setoran awal Rp100 ribu, lebih rendah dari program reguler Rp1 juta. Selain itu, nantinya akan ada cash back 0,2% dari sales volume dalam 1 bulan, yang berlaku selama enam bulan/enam kali, dan bebas biaya sewa EDC selama terafiliasi dengan Taplus Bisnis Perorangan. “Selain itu, untuk setiap rekening BNI Taplus Bisnis Perorangan ini juga akan mendapatkan penggantian atas biaya transfer ke bank lain, dengan menggunakan e-banking BNI, dan bonus tambahan untuk setiap transaksi transfer masuk dari bank lain,” terangnya.

Sementara, program bundling ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan akuisisi EDC dan Taplus Bisnis terutama pada merchant seperti Grocery Store, Supermarket, Depertement Store, Restouran, dan Clothing. Tahun ini, total sales volume mencapai Rp26 triliun, sehingga potensi untuk menjual produk BNI EDC sangat besar. “BNI Selling Day ini dilaksanakan serempak di seluruh Indonesia. Lewat program ini, nasabah juga dimudahkan dalam mengajukan aplikasi BNI EDC Taplus Bisnis, tanpa perlu ke kantor cabang BNI, karena BNI akan hadir di pusat-pusat bisnis dan menawarkan BNI EDC ke seluruh merchant,” tandasnya. (aln/JPG/smu)