Gembong Sabu Ditembak Mati

256

SEORANG gembong narkoba pembawa sabu kurang lebih 20 kg yang hendak memasuki wilayah Jateng, ditembak mati oleh petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) di depan sebuah minimarket di Desa Kemurang Wetan RT 1 RW 2 Kecamatan Tanjung, Kabupaten, Brebes, Jateng, Rabu (7/10) malam.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, sekitar pukul 19.30, tersangka yang berjumlah dua orang mengendarai mobil Mitsubishi Pajero Sport bernopol L 1047 HX warna putih. Dua tersangka dikuntit oleh tim gabungan BNN dari daerah Pluit Jakarta. Saat hendak mampir di minimarket yang berjarak sekitar 100 meter dari exit Tol Pejagan tersebut, dua tersangka disergap petugas.

Namun demikian, tersangka yang menyadari akan ditangkap, melakukan perlawanan. Keduanya berusaha kabur dengan melajukan kendaraannya ke arah belakang yang telah dikepung petugas kurang lebih 10 personel. Mobil Pajero yang dikemudikan tersangka ditabrakkan ke mobil petugas BNN. Terjadi aksi menegangkan sebelum akhirnya salah satu aparat melepaskan timah panas dan melesat mengenai kepala salah satu tersangka yang duduk di ruang kemudi mobil.

Identitas tersangka yang tewas adalah Yansensius Berliano, 40. Pria kelahiran Malang, Jatim, itu tewas di lokasi kejadian sebelum akhirnya dibawa ke RSUD Brebes. Sedangkan tersangka yang selamat, Agus Salim, 40, warga Jalan Hang Tuah, Pasuruan, Jatim, dibawa ke BNN pusat di Jakarta beserta barang bukti narkoba jenis sabu 20 kg, yang terdiri atas 20 kantong plastik masing-masing seberat 1 kg. Belum diperoleh keterangan resmi dari BNN.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng, Brigjen Pol Amrin Remico, membenarkan adanya kejadian tersebut. ”Iya, benar. Itu ditangani BNN pusat (dari Jakarta). Tersangka sudah lama diincar oleh BNN pusat. Silakan hubungi Bagian Humas BNN,” katanya.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Kombes Pol Slamet Pribadi saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Semarang juga membenarkan adanya kejadian tersebut. ”Iya, benar. Ada dua tersangka, seorang di antaranya meninggal di lokasi kejadian, terpaksa ditembak karena melakukan perlawanan. Lukanya di kepala,” jelas Slamet.

Dijelaskannya, dalam penangkapan tersebut, seorang tersangka yang masih hidup dibawa ke Jakarta untuk dilakukan proses lebih lanjut. Sedangkan barang bukti yang disita sebanyak 20 kg sabu-sabu. ”Barang buktinya sabu seberat 20 kg,” terangnya. Diduga, sabu 20 kg atau senilai kurang lebih Rp 30 miliar tersebut hendak diedarkan di wilayah Jatim.