Sumber Air PDAM Menyusut 31 Persen

183

UNGARAN – Kemarau panjang di Kabupaten Semarang membuat debit air baku di sejumlah mata air milik PDAM Tirta Bumi Serasi menurun hingga 30,97 persen. Akibat penurunan debit air tersebut menyebabkan gangguan pelayanan pada masyarakat.

Data PDAM Tirta Bumi Serasi, penyusutan di sumber mata air (SMA) Lempuyang Bawah semula 30 liter/detik menjadi 19 liter/detik, MA Siwarak 24 liter/detik menjadi 19 liter/detik. Penurunan debit air juga terjadi di Sumur Pompa Dalam (SPD) Genuk, semula 16 liter/detik menjadi 14 liter/detik. SPD DPU 13 liter/detik menjadi 5 liter/detik, SPD DPRD 20 liter/detik menjadi 15 liter/detik, dan SPD Setda semula 10 liter/detik menjadi 6 liter/detik.

”Penurunan debit air ini cukup drastis, hal ini disebabkan karena kemarau panjang. Jika dipersentase, hingga bulan September lalu penurunan debit air baku mencapai 30,97 persen. Kami berharap segera turun hujan, sehingga pelayanan tidak terganggu karena menyusutnya debit air,” ungkap Direktur Utama PDAM Tirta Bumi Serasi, Moch Agung Subagyo, didampingi Kasubag Humas PDAM Tirta Bumi Serasi, Krismiyanto, kemarin.

Kondisi ini memaksa PDAM mengambil langkah pemerataan suplai air ke pelanggan, yakni dengan menerapkan sistem gilir. Sehingga seluruh masyarakat kebagian air yang pasokannya mulai menurun tersebut. Selain sistem gilir, Agung juga telah memerintahkan jajarannya untuk memantau dan penanganan cepat jika ada kebocoran pipa. Sehingga tidak sampai ada air yang terbuang.

”Kami minta maaf kepada seluruh masyarakat atas kendala berkurangnya pasokan air. Kami juga mengimbau agar masyarakat tidak mempergunakan air secara berlebihan. Selain itu kami mengingatkan agar masyarakat jangan memompa air dari pipa distribusi pelanggan. Sebab bisa berdampak berkurangnya air bagi pelanggan lain. Hal itu juga salah satu pelanggaran,” pungkasnya. (tyo/zal/ce1)