Tongkang Tabrak Kapal, 3 Tewas

Lima Nelayan Hilang, 12 Selamat

380

KENDAL-Tabrakan dua kapal terjadi di perairan Laut Jawa sekitar 20 mil dari daratan Desa Pilangsari, Kecamatan Patebon, Kendal, Rabu (23/9) sekitar pukul 14.00. Kecelakaan di laut ini melibatkan kapal Ekspres I yang menarik tongkang bermuatan batu bara dengan kapal nelayan Mugi Berkah yang mengangkut 19 orang nelayan (versi lain 20 termasuk nahkoda kapal). Akibat kejadian ini, 3 nelayan tewas, 12 selamat (2 di antaranya luka ringan), dan 5 orang dinyatakan hilang.

Dua awak kapal nelayan yang mengalami luka ringan dibawa ke Semarang oleh kapal Ekspres I. Sementara 10 korban selamat berhasil dibawa ke daratan oleh petugas SAR Bahurekso Kendal. Tiga korban tewas baru bisa dievakuasi oleh petugas pada Rabu (23/9) malam sekitar pukul 22.00. Ketiganya langsung dibawa ke kamar mayat RSUD Soewondo Kendal. Mereka adalah Bonari, 40, warga Korowelang Anyar, Cepiring; Solekhan, 50, warga Pidodo Wetan, Patebon, dan Sinuwun, 55, warga Pidodo Kulon, Patebon.

Sedangkan lima nelayan yang masih dalam pencarian, yakni Ratman, Supriyono, Muhlisin, Sapawi, dan Muhamad. Hingga kemarin, mereka masih dicari oleh petugas SAR Bahurekso, Basarnas Kota Semarang dan Polairud Polres Kendal.

“Tiga orang diketahui tewas tenggelam, sementara lima orang lainnya masih dinyatakan hilang,” kata Kapolsek Patebon, AKP Munasir saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, kecelakaan kapal Ekspres I yang menarik tongkang dengan kapal motor (KM) Mugi Berkah berlangsung cepat. Saat itu, para nelayan penumpang KM Mugi Berkah sedang mencari ikan di perairan Laut Jawa sekitar 20 mil laut dari Desa Pilangsari, Patebon.

Menurut AKP Munasir, dari informasi yang diterima, saat kejadian para nelayan sedang sibuk mengangkat jaring ketika sedang mencari ikan tongkol. Saat itulah, tiba-tiba dari arah barat meluncur kapal Ekspres I yang menarik pontoon atau tongkang bermuatan batubara. Sebenarnya, kapal Ekspres I berhasil berbelok menghindari kapal yang ditumpangi para nelayan. Namun tongkang yang ditarik, tak mampu berbelok hingga menabrak KM Mugi Berkah. Akibatnya, kapal nelayan itu hancur dan karam, hingga seluruh penumpangnya terjun ke laut.