UMKM di Jateng Mencapai 8 Juta

Pemerintah Dorong Agar UMKM Berizin

467
POTENSIAL: Dua model memperlihatkan aneka kerajinan dalam pameran produk unggulan UMKM Jawa Tengah di Paragon Mall Semarang, kemarin. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
POTENSIAL: Dua model memperlihatkan aneka kerajinan dalam pameran produk unggulan UMKM Jawa Tengah di Paragon Mall Semarang, kemarin. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
POTENSIAL: Dua model memperlihatkan aneka kerajinan dalam pameran produk unggulan UMKM Jawa Tengah di Paragon Mall Semarang, kemarin. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
POTENSIAL: Dua model memperlihatkan aneka kerajinan dalam pameran produk unggulan UMKM Jawa Tengah di Paragon Mall Semarang, kemarin. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sebanyak 70 ribu usaha kecil dan menengah (UKM) tahun ini ditargetkan telah memiliki izin dan tercatat di data base. Hal tersebut guna memudahkan para pelaku UKM untuk mendapatkan bantuan dari perbankan serta pelatihan dari pemerintah.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jateng, Gayatri Indah Cahyani mengatakan, jumlah UMKM di Jateng saat ini mencapai 8 juta usaha, namun mayoritas belum berizin. Padahal, menurutnya banyak manfaat yang bisa didapatkan bila UKM telah terdaftar. Di antaranya akses mereka akan lebih mudah baik untuk meningkatkan kualitas produk hingga mendapatkan bantuan dari perbankan. “Karena itulah pemerintah daerah secara bertahap mengupayakan kemudahan izin bagi para pelaku UKM ini,” ujar Gayatri.

Pemberian izin kepada sektor UMKM ini, lanjutnyanya, telah diatur dalam Perpres No 98 tahun 2014 tentang Perizinan UMK. Selain itu, Mendagri juga mengeluarkan aturan Permendagri No 83 tahun 2014 tentang Pedoman Pemberian Izin UMK serta melakukan Nota Kesepahaman antara Mendagri, Menkop dan UKM, juga Menteri Perdagangan. “Regulasi tersebut mendorong UMK perlu mengurus izin usaha untuk memperkuat dan mengembangkan usahanya dalam mendapatkan kepastian serta perlindungan dalam berusaha,” paparnya.