Bupati Akan Stop Penjualan Miras

301

UNGARAN- Minuman beralkohol (mihol) atau biasa disebut minuman keras (miras) sampai saat ini masih beredar luas di Kabupaten Semarang, terutama di kawasan wisata Bandungan sebagai pusat hiburan malam terbesar. Bahkan banyak juga toko-toko mihol dan tempat karaoke yang masih beroperasi. Padahal aturannya mihol hanya boleh dijual ditempat khusus seperti hotel bintang lima.

Dengan adanya rencana pelimpahan kewenangan peredaran mihol dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah, Bupati Semarang, Mundjirin berencana akan menjadikan Kabupaten Semarang bebas mihol. Namun hal itu menjadi sangat ironi, sebab Pemkab Semarang justru mengizinkan operasional pabrik mihol terbesar di Jawa Tengah. Bahkan sejumlah toko maupun tempat hiburan bebas menjual mihol.

“Sebenarnya dalam Perda kita sudah ada pembatasan peredaran. Miras tidak boleh dijual sepanjang 500 meter dari masjid, gereja dan sekolah. Tetapi jika nanti masalah miras ini dilimpahkan ke daerah, kita akan tutup semua penjualan miras,” tutur Bupati, Kamis (17/9).

Bupati mengakui di Kabupaten Semarang memang ada pabrik mihol yang saat ini masih beroperasi. Namun pihaknya berdalih keberadaannya tidak dilarang karena miras yang diproduksi tidak dijual di Kabupaten Semarang melainkan di luar negeri. “Minuman dari pabrik itu diekspor. Kalau saya sih tetap, jika kewenangan dikembalikan ke daerah akan mudah untuk menyetop,” imbuhnya.

Belum lama ini anggota DPRD Kabupaten Semarang, Said Riswanto yang tinggal di kawasan wisata hiburan Bandungan meminta Pemerintah Kabupaten Semarang benar-benar menegakan aturan tentang peredaran minuman beralkohol. Pihaknya menduga masih banyak tempat yang menjual minuman beralkohol, terutama di sejumlah tempat hiburan dan dijual bebas di toko dan kios-kios. Kondisi itu menurut Said, memudahkan masyarakat mendapatkan minuman beralkohol.

“Saya setuju jika ada larangan penjualan minuman beralkohol terutama di tempat umum. Sebab untuk kepentingan generasi muda kita agar tidak rusak mental dan kesehatan,” tutur politisi PAN tersebut. (tyo/zal)