UMKM Bisa Diuntungkan Menguatnya Dolar

259
JALIN KEBERSAMAAN: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membuka even Pekan Olah Raga (POR) Perbarindo DPD Jawa Tengah ke-2 di The Club Sport Centre Perumahan Graha Padma, beberapa waktu lalu. (ENY SUSILOWATI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JALIN KEBERSAMAAN: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membuka even Pekan Olah Raga (POR) Perbarindo DPD Jawa Tengah ke-2 di The Club Sport Centre Perumahan Graha Padma, beberapa waktu lalu. (ENY SUSILOWATI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JALIN KEBERSAMAAN: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membuka even Pekan Olah Raga (POR) Perbarindo DPD Jawa Tengah ke-2 di The Club Sport Centre Perumahan Graha Padma, beberapa waktu lalu. (ENY SUSILOWATI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JALIN KEBERSAMAAN: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membuka even Pekan Olah Raga (POR) Perbarindo DPD Jawa Tengah ke-2 di The Club Sport Centre Perumahan Graha Padma, beberapa waktu lalu. (ENY SUSILOWATI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Perlambatan ekonomi yang terjadi saat ini akibat terus menguatnya nilai tukar dollar AS terhadap rupiah, tak bisa dipungkiri semua pihak terutama perusahaan, pengusaha dan pelaku ekonomi waspada. Meski demikian, Otoritas Jasa keuangan (OJK) menganggap kondisi saat ini belum masuk kategori krisis. Sebab, dari sisi fundamental ekonomi, situasi Indonesia saat ini lebih baik dibandingkan saat krisis ekonomi 1997-1998.

“Kalau dulu krisisnya terjadi di Asia, sekarang global,” jelas Kepala Kantor OJK Regional IV Jateng dan DIY Santoso Wibowo, saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di sela pembukaan Pekan Olah Raga (POR) Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) DPD Jawa Tengah ke-2 di The Club Sport Centre Perumahan Graha Padma, Jum’at (11/09)