Takut Rugi, Jual Lebih Awal

696
TAKUT MERUGI : Peternak sapi di Desa Brondong, Kesesi, Pekalongan memilih menjual ternaknya lebih awal, daripada menahan hewan ternaknya hingga Hari Raya Kurban nanti karena khawatir merugi. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
TAKUT MERUGI : Peternak sapi di Desa Brondong, Kesesi, Pekalongan memilih menjual ternaknya lebih awal, daripada menahan hewan ternaknya hingga Hari Raya Kurban nanti karena khawatir merugi. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)

KAJEN – Lantaran pakan ternak sulit dicari pada musim kemarau ini, puluhan peternak sapi di Desa Brondong, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan sepekan terakhir ramai-ramai menjual ternaknya lebih awal.

Para peternak khawatir jika menjelang Hari Raya Idul Adha harga hewan ternak sapi jatuh dan membuat rugi. Langkanya pakan ternak juga membuat harga naik. Seperti harga dedak campuran pakan sapi, naik Rp 1.500 per kilogramnya. Demikian juga dengan harga rumput segar, naik Rp 5.000 per ikat, dari semula Rp 15 ribu menjadi Rp 20 ribu per ikat.

Masuknya beberapa sapi dari luar Kabupaten Pekalongan menambah kekhawatiran peternak akan jatuhnya harga sapi lokal. Beberapa titik penampungan sapi dari luar Kabupaten Pekalongan mulai dipenuhi hewan kurban. Seperti di Pasar Hewan Kecamatan Wiradesa, Pasar Hewan Kedungwuni dan beberapa rumah penampungan di Tirto, juga sudah dipenuhi hewan kurban.