Direktur Meninggal, Proyek Molor

Pembangunan Jembatan Gotong Royong

1025
DIBONGKAR: Proyek jembatan gotong royong Sendangguwo yang sempat tersendat. (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIBONGKAR: Proyek jembatan gotong royong Sendangguwo yang sempat tersendat. (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIBONGKAR: Proyek jembatan gotong royong Sendangguwo yang sempat tersendat. (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIBONGKAR: Proyek jembatan gotong royong Sendangguwo yang sempat tersendat. (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SENDANGGUWO – Proyek pembangunan jembatan gotong royong Sendangguwo, Pedurungan terancam molor. Pasalnya, pekerjaan yang seharusnya dimulai Juli 2015 lalu, baru terlaksana pada September ini.

Rabu (9/9) kemarin, para pekerja mulai meneruskan pembangunan jembatan gotong royong yang menghubungkan Kelurahan Gemah Pedurungan dengan Kelurahan Sendangguwo Tembalang tersebut. Selama pembangunan, warga melewati jembatan sementara dari bambu di sisi jembatan yang dibangun.

Kabid Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Kota Semarang, Sarwo Edi, mengatakan, jembatan gantung tersebut rencananya akan dibuat permanen dengan konstruksi beton. Pekerjaan yang kontraknya ditandatangani pada 27 Juli 2015 lalu itu sempat tersendat. Pasalnya, direktur pelaksana proyek pemenang tender meninggal dunia.

”Dampak dari kejadian itu, menyebabkan pembangunan jembatan mengalami penundaan sekitar 2 bulan, karena baru dimulai September ini,” ujar Sarwo Edi saat mendampingi inspeksi mendadak (sidak) bersama Komisi C DPRD Kota Semarang.

Dia mengatakan, proyek jembatan tersebut menelan anggaran Rp 4,9 miliar melalui APBD Murni 2015. Jembatan dibangun dengan panjang 63 meter dan lebar 6 meter. Pihaknya mendorong kepada pelaksana pekerjaan untuk mengerahkan secara maksimal terkait tenaga dan alat berat supaya waktu pekerjaan tidak molor.