NU dan Muhammadiyah Belum Tentukan Dukungan

286

KENDAL—Dua ormas Islam besar di Kendal masih belum menentukan sikap untuk mendukung salah satu pasangan calon (paslon) pada Pilkada Kendal 9 Desember mendatang. Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah mengaku tidak ingin terjebak dalam politik praktis.

Ketua PCNU Kendal KH Muhammad Danial mengatakan, jika NU merupakan organisasi keagamaan, sehingga secara kelembagaan tidak boleh melakukan politik praktis dengan mendukung salah satu pasangan calon. Tapi, secara keluarga besar NU memiliki tanggung jawab untuk menjembatani anggota dan masyarakat Islam untuk memilih pasangan calon yang baik. Dalam arti memimpin Kendal selama lima tahun ke depan dengan labih baik. Selain itu, pasangan calon yang dapat memberikan kebijakan terhadap NU ke depan untuk kemaslahatan umat Islam di Kendal. Seperti dalam hal pendidikan, kesehatan, sosial dan agama.

“Makanya PCNU akan membentuk tim Pilkada Kendal untuk menentukan dukungan salah satu pasangan calon yang sesuai kriteria yang disyaratkan oleh NU. Tim ini akan menyeleksi, dan saya sebagai Ketua PCNU tinggal memberikan persetujuan saja,” katanya.

Danial membeberkan, jika sejauh ini sudah ada tim pemenangan maupun pasangan calon yang meminta dukungan. Bahkan cabup nomor urut 2, Mirna Annisa, diakuinya sudah secara langsung menemui dirinya.

“Tapi, itu hanya silaturahmi saja, tidak lebih. Ya, seperti anak datang kepada bapaknya saja. Jika untuk dukungan, nanti menunggu penilaian dari tim penyeleksi NU. Yang jelas kami siap mendukung pasangan calon yang siap mengakomodir permintaan NU,” tandasnya.

Hal senada dikatakan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kendal, H Muslim. Menurutnya, sejauh ini Muhammadiyah juga belum menentukan sikap untuk memberikan dukungan kepada salah satu pasangan calon. Hal itu lantaran Muhammadiyah ingin memilih pemimpin Kendal yang benar-benar bisa memimpin Kendal.