Sambat Dewan, SPN Ditinggal Dinas Luar

198
UNJUKRASA : Ratusan anggota SPN Kota Pekalongan melakukan aksi demonstrasi di halaman kantor DPRD Kota Pekalongan, Selasa (1/9) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
UNJUKRASA : Ratusan anggota SPN Kota Pekalongan melakukan aksi demonstrasi di halaman kantor DPRD Kota Pekalongan, Selasa (1/9) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN-Ratusan anggota Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kota Pekalongan turut menggelar aksi unjuk rasa bersama para buruh di berbagai daerah di seluruh Indonesia, Selasa (1/9) kemarin. Mereka prihatin melemahnya rupiah atas dolar Amerika yang menbuat sejumlah pengusaha kolaps. Akibatnya, para buruh terancam terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Ratusan buruh melakukan orasi di depan gedung DPRD Kota Pekalongan. Ratusan buruh tersebut mengharapkan stabilitas ekonomi dan politik tetap terjaga agar kondusif, sehingga iklim investasi tetap terjaga. “‎Ribuan buruh di Kabupaten Pekalongan kini sebagian sudah di-PHK,” kata Sekretaris SPN Kota Pekalongan, Damirin,‎ Selasa (9/1) kemarin.

Terutama, kata dia, industri garmen atau tekstil yang menggunakan sistem padat karya dengan buruh yang berjumlah ribuan. “Bahkan ada perusahaan yang sudah terang-terangan menyampaikan ke karyawannya mengancam menutup perusahaannyaa,” katanya.