Pabrik Garmen Terbakar

419
LUDES: Sejumlah warga dan petugas pemadam kebakaran memadamkan api di pabrik dan gudang PT Sandang Rakyat, kemarin malam. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LUDES: Sejumlah warga dan petugas pemadam kebakaran memadamkan api di pabrik dan gudang PT Sandang Rakyat, kemarin malam. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Kebakaran pabrik garmen dan konveksi milik PT Sandang Rakyat di Desa Karangsuno, Kecamatan Cepiring yang terjadi Minggu (23/8) petang berhasil dipadamkan. Beruntung tidak ada korban jiwa, tapi kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah. Sebab, seluruh bangunan dan isi di dalamnya semua hangus terbakar.

Hingga kemarin, hanya tinggal puing-puing bangunan yang berserakan di lokasi kejadian. Sedangkan sang pemilik pabrik yakni Suwardi masih belum mengetahui kejadian itu karena masih berada di tanah suci menjalankan ibadah umrah. Kebakaran pabirk ini terjadi Minggu (23/7) sekitar pukul 19.00 malam. Saat kejadian kondisi sudah sepi dan dalam posisi tertutup karena sudah tidak ada aktifitas di dalam pabrik tersebut. “Kepulan asap awalnya terlihat dari dalam pabrik,” kata warga sekitar, Tarwanto, 27, kemarin.

Melihat itu, warga sekitar berdatangan ke lokasi untuk memastikan apa yang terjadi. Sayang, mereka tidak bisa masuk dalam pabrik karena sudah dalam kondisi pintu tertutup serta terkunci. “Warga tidak bisa masuk, karena semua terkunci,” imbuhnya.

Dengan sekejap, kepulan asap berubah menjadi kobaran api yang terus membesar. Api terus membesar karena di dalam pabrik terdapat bahan yang mudah terbakar seperti kain dan lain-lain. Tidak selang berapa lama, petugas kebakaran dari BPBD Kabupaten Kendal tiba ditempat kejadian. Namun petugas yang datang pun kesulitan karena pintu pabrik terkunci dari luar. ” Warga dan pemadam harus menjebol dan menunggu karyawan datang untuk membuka pabrik. Sayang api terlanjur membesar dan menghanguskan seluruh isi gudang,” tuturnya.

Setidaknya empat unit mobil kebakaran diturunkan untuk memadamkan api dan mencegah agar tidak merambat kepemukiman penduduk. Upaya pemadaman belangsung lambat karena petugas kesulitan mendapatkan sumber air. ” Sumber air susah, sungai-sungai desa mulai mengering hal ini yang membuat pemadaman sulit dilakukan,” ujar seorang petugas pemadam kebakaran.

Kapolsek Cepiring AKP Asri mengatkan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan petugas Polres Kendal dan Polsek Cepiring. Diduga api muncul karena terjadi korsleting listrik. “Belum tau api berasal dari mana, dugaannya karena korsleting listrik,” tuturnya. (den/fth)