Ribuan Alat Timbang Diteraulang Petugas

302
DICEK : Ratusan timbangan dari berbagai jenis ditera ulang oleh petugas di kantor Disperindag Brebes, kemarin. (ISMAIL FUAD/RADAR BREBES)
DICEK : Ratusan timbangan dari berbagai jenis ditera ulang oleh petugas di kantor Disperindag Brebes, kemarin. (ISMAIL FUAD/RADAR BREBES)

BREBES-Ribuan alat tera atau timbangan berbagai jenis dicek ulang oleh petugas dari Balai Metrologi Disperindag Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan Disperindag Kabupaten Brebes. Kegiatan tahunan tersebut dilakukan selama sepekan secara mobile di berbagai wilayah Kabupaten Brebes.

Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kondisi alat tera yang selama ini dijadikan sebagai alat ukur perdagangan dan jual beli di masyarakat. “Sebetulnya ini kegiatan rutin tahunan. Tujuannya untuk mengetahui kondisi alat tera ini, masih berfungsi baik atau tidak. Intinya tera ulang ini untuk menjaga balancing agar antara penjual maupun pembeli yang memanfaatkan alat timbang tidak dirugikan satu sama lain,” ujar Kabid Perdagangan Disperindag Brebes, Wigiyanto, kemarin.

Alat tera yang diukur itu terdiri atas timbangan meja, timbangan kodok, timbangan sentisemal dan jenis tera lain milik para pedagang di sejumlah wilayah tersebut, khususnya yang berada di wilayah dekat dengan pasar. “Untuk sementara kami tidak menemukan ada alat tera yang bermasalah karena kesengajaan. Rata-rata kerusakan disebabkan karena aus akibat waktu penggunaan yang sudah lama dan kami segera perbaiki,” jelas dia.

Sementara Kepala Disperindag Kabupaten Brebes, Drs H Zaenudin MSi menyampaikan bahwa selain untuk memastikan akurasi timbangan, tera ulang ini merupakan amanat peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tujuannya agar masyarakat sebagai konsumen maupun pedagang sama-sama tidak dirugikan. “Kalau bicara rugi, sebetulnya bisa saja terjadi pada pedagang maupun pembeli. Semua pihak harus memiliki kesadaran bersama. Tera ulang ini adalah bentuk perlindungan konsumen juga dan sudah menjadi kewajiban kami,” kata dia.

Lebih jauh sebelumnya jajarannya sudah melakukan sosialisasi ke semua pedagang. Kegiatan ini merupakan siklus tahunan yang sudah rutin dilaksanakan.Namun demikian pada tahun mendatang, kegiatan tera timbangan ini juga harus dilakukan oleh Pemda sesuai dengan amanat undang-undang.

“Brebes butuh gedung metrologi, karena timbangan yang ditera mencapai ribuan. Kemarin saja tercatat dalam sehari ada 400 timbangan yang ditera. Hingga enam hari ke depan bisa mencapai 2.400 timbangan, belum yang ada di instansi lain di luar pedagang. Tahun ini kami sudah usulkan rencana pembangunan gedung tersebut lengkap dengan fasilitasnya agar tera ulang ini berjalan maksimal, tidak saja melindungi konsumen dan pedagang tapi juga bisa menjadi sumber pendapatan retribusi Pemkab Brebes,” jelas Zaenudin. (ism/jpnn/ida)