What a Game!

516
Head Coach SMA Satya Wacana (Lab School) Salatiga Aditya Krisna Permana dan tim melampiaskan kemenangan dramatis atas SMA Theresiana 1 Semarang di Knight Stadium semalam. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Head Coach SMA Satya Wacana (Lab School) Salatiga Aditya Krisna Permana dan tim melampiaskan kemenangan dramatis atas SMA Theresiana 1 Semarang di Knight Stadium semalam. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Drama menarik terjadi di laga delapan besar Honda DBL Central Java Series 2015–North Region yang mempertemukan antara juara bertahan SMA Theresiana 1 Semarang versus SMA Satya Wacana Salatiga (Lab School).

Tak hanya bikin tegang di empat kuarter, kedua tim harus melalui babak overtime sebelum akhirnya Lab School berhasil memaksa tumbang juara bertahan Theresiana dengan skor yang ketat 41-38.

Kemenangan Lab School tersebut sekaligus memupuskan mimpi Theresiana untuk mencetak hat-trick juara musim ini setelah dua musim berturut-turut mereka mampu menjadi yang terbaik di North Region bahkan Central Java Series.

Dan pastinya, juara baru bakal terlahir di kelompok cowok. Bagi Lab School sendiri capaian semalam sekaligus menjadi sukses mereka untuk revans atas Theresiana setelah musim lalu mereka harus tumbang di final party atas tim yang sama.

”Dua musim, dua kali melalui overtime di babak delapan besar dan kali ini kami melalui pertandingan berat lagi tentu itu akan menjadi catatan sejarah bagi perjalanan kami di Honda DBL. Musim ini kami harus juara,” terang head coach Lab School, Aditya Krisnha Permana.

Tampil di Knight Stadium semalam, Lab School memang langsung menggebrak di kuarter pertama. Fastbreak yang diterapkan Sunu Wicaksono dkk membuat Lab Chool langsung unggul 11-1 di kuarter itu.

Sadar harus bangkit, Theresiana mulai meladeni permainan Lab School. Hocky Luhur Bagaskoro dkk sukses mencetak delapan poin di kuarter itu dan mempersempit ketertinggalan mereka menjadi 16-9.

Begitu juga di kuarter ketiga, tak ingin melepas gelar begitu saja membuat Theresiana terus berusaha mengejar margin poin. Tak tanggung-tanggung Theresiana mampu memaksa Lab School bermain imbang 22-22 di kuarter itu.

Nah, drama mulai tersaji di kuarter penentuan. Mental juara benar-benar ditunjukkan oleh kedua tim. Tak hanya itu, drive cepat yang kerap kali mereka peragakan sama sekali tidak menguras fisik.

Hasilnya, di kuarter keempat baik Theresiana maupun Lab School mampu mencetak 14 angka dan memaksa wasit memainkan lima menit overtime dengan kedudukan sama kuat yaitu 36-36.

Drama berlanjut. Di babak overtime kedua tim bahkan masih menunjukkan kelasnya. Peluang sama-sama tercipta untuk mereka namun akhirnya bench Lab School pecah ketika Theresiana tak mampu mengejar ketertinggalan mereka 41-38 dan menjadikan sejarah baru bakal tercipta musim ini.

Sunu Wicaksono dan bigman Raymond Putra Fajar menjadi motor kemenangan Lab School semalam. Hingga babak overtime kemarin, Sunu bahkan mampu menyumbang poin terbanyak bagi Lab School dengan catatan 23 poin.

”Tapi perjuangan belum berakhir. Di babak selanjutnya pertandingan tentunya bakal lebih berat kami harus segera mengakhiri euforia ini dan menatap pertandingan selanjutnya,” lanjut Aditya Krisnha kemarin.

Di kubu Theresiana, meskipun mereka gagal memenuhi target memperpanjang rekor juara musim ini, namun coach Arief Djazuli Rahmat memberikan apresiasi luar biasa untuk Hocky Luhur Bagaskoro dkk yang mampu menyuguhkan game luar biasa semalam.

”Hasil ini di luar target awal kami. Dan kami memang kecolongan di kuarter awal. Tapi anak-anak sudah berjuang keras dan ini hasil yang maksimal bagi mereka,” terang Arief Djazuli usai laga kemarin.

Di babak fantastic four, Lab School akan bertarung dengan tim kuat lainnya yaitu SMAN 1 Jepara di mana sore kemarin pasukan Adi Yuswanto berhasil mengalahkan SMAN 6 Semarang dengan skor meyakinkan, 45 – 6. (bas/ce1)