Marmo Komitmen Jadikan Pecinan Ikon Wisata

323
BERI ANGPAO: Calon Wali Kota Semarang Soemarmo HS saat membantu seorang anak memberikan angpao kepada pemain barongsai di kawasan Pecinan, kemarin. (RIZAL KURNIAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERI ANGPAO: Calon Wali Kota Semarang Soemarmo HS saat membantu seorang anak memberikan angpao kepada pemain barongsai di kawasan Pecinan, kemarin. (RIZAL KURNIAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Kawasan Pecinan Kota Semarang memiliki potensi yang cukup besar untuk menarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Mulai dari tradisi, seni budaya, hingga infrastruktur yang ada di dalamnya. Namun kondisi lingkungan dan tradisi yang ada di sana masih perlu dioptimalkan dan dikemas secara menarik.

”Berbagai upaya harus dilakukan untuk menjadikan kawasan Pecinan menjadi salah satu lokasi wisata terkenal di Kota Semarang. Karena kawasan Pecinan ini sangat unik dan berbeda dengan daerah lain. Di sini komplet, ada kuliner, perkampungan khas etnis Tionghoa, religiusitas yang sangat kental dan seni budaya yang begitu memesona. Jika dikelola dengan baik, maka lokasi ini dapat menjadi jujukan wisata baik nasional maupun internasional,” terang Marmo, sapaan akrab Soemarmo, ketika menghadiri perayaan Kedatangan Laksamana Cheng Ho (Sam Poo Tay Djien) di salah satu kelenteng di Pecinan, kemarin (13/8).

Menurut pasangan Zuber Safawi dalam Pilwalkot 9 Desember mendatang itu, kondisi Pecinan saat ini masih perlu dilakukan perbaikan. Hal yang paling mendesak dilakukan adalah perbaikan infrastruktur serta penataan kawasan.

”Dari segi infrastruktur seperti jalan dan saluran air masih perlu diperbaiki. Selain itu penataannya juga harus dirapikan karena saat ini agak kumuh, masih perlu perbaikan untuk menjadikan lokasi ini nyaman dikunjungi wisatawan,” katanya.

Marmo menambahkan, saat dirinya menjabat Wali Kota Semarang, dirinya sudah melakukan banyak hal termasuk membenahi Kampung Semawis. Pihaknya berjanji akan melakukan terobosan-terobosan baru untuk membuat kawasan Pecinan lebih baik lagi.

”Ke depan, apabila kami diberikan kesempatan kami akan melakukan upaya agar Pecinan menjadi lokasi wisata yang baik. Selain infrastruktur, seni budaya juga akan dilestarikan dan dikemas apik. Tidak hanya sebagai ritual, namun juga dibalut dalam sebuah pertunjukan seni budaya yang dapat menjadi objek wisata,” tegasnya.

Selain kawasan Pecinan, MAZU (Marmo-Zuber) juga berjanji akan memperbaiki lokasi wisata di Kota Semarang secara keseluruhan. Berbagai upaya termasuk kerja sama dengan berbagai pihak akan dilakukan untuk menjadikan Kota Semarang lebih maju khususnya di sektor pariwisata.

”Di Kota Semarang itu yang paling terkenal adalah wisata kuliner dan religi. Jika kami dipercaya, kami akan garap serius dua sektor itu. Meski begitu, wisata lain yang belum begitu terkenal seperti wisata alam dan wisata air juga akan terus dimaksimalkan,” katanya.

Sementara itu, Anggoro, 55, warga Pecinan yang juga pengurus salah satu kelenteng mengapresiasi cita-cita Soemarmo untuk melakukan perbaikan di kawasan Pecinan, khususnya menjadikan wilayah itu sebagai destinasi wisata terkenal di Kota Semarang.

Menurutnya, selama untuk kemajuan Kota Semarang, pihaknya akan dengan senang hati mendukung. ”Itu program yang baik, kami akan mendukung rencana itu, karena demi kebaikan Pecinan dan umumnya Kota Semarang. Apalagi Pak Marmo sudah pernah menjabat dan hasilnya juga ada,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Prof Hardono, tokoh Pecinan Semarang. Menurutnya, seorang pemimpin yang tepat adalah pemimpin yang memiliki pengalaman. ”Yang punya pengalaman tentu lebih bisa diharapkan,” katanya.

Dalam peringatan kedatangan Sam Poo Tay Djien ke-610, di kawasan Pecinan, Kamis (13/8), berbagai macam pertunjukan ditampilkan, mulai dari pertunjukan barongsai, liong samsi, hingga drum band. Suasana pun semakin meriah, tepuk tangan penonton semakin riuh ketika Marmo ikut beratraksi dengan memegang kepala naga dan berkeliling di pelataran kelenteng. Marmo juga membantu seorang anak kecil yang ingin memberikan angpao kepada pemain barongsai dengan cara menggendongnya. Selain itu Marmo juga ikut memikul Kongco Laksamana Cheng Ho. (zal/aro/ce1)