Rencanakan Techno Park Rp 51 Milliar

246

SALATIGA-DPRD Salatiga dan Pemkot Salatiga bekerjasama dengan Biro Inovasi Riset UKSW Salatiga merencanakan pembangunan Salatiga Techno Park (STP) di wilayah Salib Putih. Saat ini, sudah disediakan lahan seluas 1,6 hektare. Harapannya, STP ini menjadi bagian dari program 100 Science-Techno Park yang dicanangkan oleh pemerintah pusat.

Ketua Komisi A DPRD, Dance Palit menjelaskan bahwa DPRD, Pemkot maupun UKSW saat ini sedang mematangkan konsep STP yang ditargetkan mulai dilaksanakan pada tahun anggaran perubahan 2015 ini. Bahkan, sejumlah pihak yang berkepentingan telah sepakat dengan desain awal STP yang dibuat oleh siswa SMKN 2 Salatiga bernama Wahyu.

“Nantinya STP ini akan dibuat dengan konsep kota modern dengan beberapa bangunan untuk pengembangan ilmu pengetahuan, pengembangan UMKM serta sarana wisata edukasi bagi warga masyarakat,” terang Dance.

Terkait anggaran, Dance mengatakan pos anggaran yang disiapkan untuk satu kawasan Techno Park sebesar Rp100 miliar dari pemerintah pusat. Namun untuk anggaran STP ini, dianggarkan sampai Rp 51 miliar. Nantinya setelah konsep matang, baik DPRD, Pemkot Salatiga dan UKSW akan melakukan presentasi ke Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenrisetdikti).

“Tentunya setelah selesai dan konsepnya matang, kami akan melakukan presentasi ke pemerintah pusat. Harapannya, agar STP dimasukkan dalam program 100 Science-Techno Park di Kemendikti. Namun demikian saat ini kami secara berkala terus melaporkan proses pematangan konsep ke pemerintah pusat,” pungkasnya.

Bulan Maret lalu, imbuhnya, Pemkot Salatiga dan DPRD Salatiga telah mendapatkan penjelasan dari Kemenrisetdikti terkait program techno park tersebut. Bappeda Salatiga juga sudah mematangkan konsep dan penganggaran guna menunjang tim yang bekerja dalam persiapan pembangunan techno park tersebut.

Kendati begitu, masyarakat Salatiga pesimistis dengan rencana pembangunan STP tersebut. Alasannya, saat ini banyak pekerjaan yang sudah direncanakan bersama dan akan dibangun dengan dana APBD, banyak yang tidak terealisasi. “Rencana itu sangat bagus, tetapi apakah bisa terealisasi? Program APBD yang direncanakan bersama saja, banyak yang tidak terealisasi,” ujar Yati, 40, warga Salatiga, kemarin siang. (sas/ida)