Jenazah Korban Belum Diambil

308

UNGARAN – Sudah dua hari jenazah seorang nenek tanpa identitas disimpan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ungaran. Nenek renta ini meninggal dunia setelah ditabrak mobil di Jalan Gatot Subroto, Ungaran tepatnya di depan Kantor BPN Kabupaten Semarang, Rabu (22/7) dini hari. Setelah menabrak nenek renta, pengendara mobil melarikan diri.

Kabag Humas Polres Semarang AKP Endang Suprobo mengungkapkan, berdasarkan data, korban mempunyai ciri-ciri memakai kebaya warna kuning, bawahan kain jarik dan kerudung warna hitam. Korban meninggal dunia sesaat setelah ditabrak mobil, karena mengalami luka serius di bagian kepalanya.

“Kejadian ini pada Rabu dini hari sekitar pukul 03.30 WIB. Korban tabrak lari ini merupakan perempuan diperkirakan berumur sekitar 70 tahun. Dari dalam tas korban tidak ditemukan identitas,” kata AKP Endang saat ditemui di Mapolres Semarang, Ungaran, Kamis (23/7).

Setelah kejadian jasad nenek tanpa identitas ini dibawa ke ruang jenazah Rumah Sakit Ungaran oleh Polisi. Hingga saat ini belum ada keluarga yang merasa kehilangan nenek ini. Sementara Polisi sudah berupaya mengabarkan keberadaan korban tabrak lari tersebut melalui kantor Polsek sejajaran Polres Semarang, kepala desa dan radio yang memancar di Kabupaten Semarang. “Jika ada anggota keluarga yang kehilangan segera lapor ke Polisi, kami tunggu hingga Sabtu (25/7) jika tidak ada yang mencari akan kami makamkan secara layak,” ujarnya.

Kepala Seksi Penunjang Non Medik RSUD Ungaran, Nana Condro menyatakan hasil identifikasi dokter IGD dan visum luar, tubuh korban mengalami luka sobek pada bagian belakang kepala dan tulang leher patah. Hal ini yang mengakibatkan korban tewas di tempat kejadian. “Kami perkirakan korban bukan gelandangan, karena saat masuk rumah sakit dalam kondisi bersih,” kata Nana.

Saat ini kondisi jenazah ada di Instalasi Pemulasaran Jenasah RS Ungaran. Pihak rumah sakit menunggu rekomendasi dari kepolisian, jika tidak ada keluarga yang mengakui akan disemayamkan di pemakaman umum. “Saat ini masih kami simpan dengan formalin, agar tidak membusuk. Sebab kami tidak punya lemari pendingin jenazah,” katanya. (dni/jpnn/ric)