Ribuan Botol Miras Beralkohol Dimusnahkan

346
PEKAT: Kapolres Semarang AKBP Latif Usman dan Sekda Kabupaten Semarang, Gunawan Wibisono mengendari stoomwalls untuk menggilas ribuan botol minuman beralkohol. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
PEKAT: Kapolres Semarang AKBP Latif Usman dan Sekda Kabupaten Semarang, Gunawan Wibisono mengendari stoomwalls untuk menggilas ribuan botol minuman beralkohol. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
PEKAT: Kapolres Semarang AKBP Latif Usman dan Sekda Kabupaten Semarang, Gunawan Wibisono mengendari stoomwalls untuk menggilas ribuan botol minuman beralkohol. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Selama Ramadan 2015 ini, Polres Semarang berhasil menyita 3.413 botol minuman beralkohol atau minuman keras (miras) dan ribuan liter minuman jenis ciu. Kamis (9/7) kemarin, minuman tersebut dimusnahkan di kompleks GOR Pandanaran, Wujil, Bergas. Selain minuman beralkohol, 3.322 butir petasan juga disita dan dimusnahkan. Polisi juga mengungkap 18 kasus perjudian dengan 24 tersangka.

Ribuan liter dan botol minuman beralkohol tersebut dimusnahkan di hadapan pejabat di Kabupaten Semarang, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Secara simbolis, Kapolres Semarang, AKBP Latif Usman bersama Sekda Kabupaten Semarang, Gunawan Wibisono mengendari stoomwalss untuk menggilas minuman beralkohol tersebut.

Kapolres Semarang AKBP Latif Usman mengatakan, minuman beralkohol yang disita, yakni vodka besar sebanyak 446 botol, vodka kecil 648 botol, congyang kecil 150 botol, ciu per botol 600 mililiter 214 botol, tuak 600 mililiter 518 botol, anggur merah 474 botol dan lainnya. Minuman beralkohol tersebut disita dari sejumlah toko dan tempat hiburan. Pihaknya tidak akan pernah berhenti untuk memerangi penyakit masyarakat. ”Minuman beralkohol ini hasil dari Operasi Cipta Kondisi selama Ramadan. Minuman beralkohol ini dilarang karena membahayakan kesehatan dan menjadi pemicu tindak kejahatan. Sehingga polisi terus berupaya memberantas penyakit masyarakat tersebut,” kata Kapolres.

Kapolres menambahkan, selama ini pihaknya juga telah melakukan operasi penyakit masyarakat dan berhasil mengungkap 18 kasus perjudian dengan 24 tersangka. Selama ini menurut Kapolres, pelaku perjudian selalu melakukan kucing-kucingan dengan petugas. Kendati demikian, Polres Semarang akan tetap melakukan tindakan bagi siapa pun yang terlibat perjudian.

Sementara itu, Sekda Gunawan Wibisono, sangat mengapresiasi pemberantasan penyakit masyarakat yang selama ini dilakukan Polres Semarang. Sekda mengatakan, pemberantasan penyakit masyarakat itu tidak hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi seluruh elemen harus terlibat. ”Harapan kita dari tahun ke tahun minuman beralkohol harus menurun dan hilang dari peredaran. Selain melakukan operasi seperti ini juga perlu tindakan prefentif. Sehingga ini menjadi tanggung jawab bersama, baik dari bidang pendidik, alim ulama, termasuk dari institusi perizinan,” tutur Sekda. (tyo/zal/ce1)