Diduga, Perwira Polda Beking Solar Ilegal

241

SEMARANG – Bisnis solar ilegal yang diduga kuat dibekingi oleh perwira Polda Jateng berpangkat Kompol, terendus Tim Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Gayamsari Kota Semarang sejak dua bulan lalu. Informasi yang dihimpun di Polda Jateng, dia adalah Kompol D, perwira yang pernah menjabat sebagai Kapolsek Semarang Barat kemudian dipindah ke Direktorat Intelijen dan Keamanan Polda Jateng. Bahkan dia saat ini telah diasingkan alias non-job.

Kepala Bidang Propam Polda Jateng, Kombes Pol Hendra Supriatna dikonfirmasi wartawan terkait kasus perwira tersebut membenarkan. Pihaknya saat ini masih mengawal kasus tersebut. Perwira tersebut, telah dipanggil untuk menjalani pemeriksaan di kantor Propam Polda Jateng. ”Iya, soal solar (ilegal). Jika memang sudah terbukti dan berkekuatan hukum tetap (inkrah), kami akan proses,” kata Hendra, kemarin.

Dijelaskan dia, kasus BBM solar bersubsidi ilegal tersebut masih ditangani oleh penyidik Reserse Kriminal Polsek Gayamsari. Kapolsek Gayamsari, Kompol Dili Yanto saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, pihaknya mengaku menangani kasus BBM solar ilegal tersebut.

Sejauh ini, baru ditetapkan satu tersangka, yakni sopir truk tangki. Terkait keterlibatan perwira Polda Jateng tersebut, Dili mengaku masih terus melakukan pengembangan penyelidikan. ”Soal keterlibatan oknum, masih kami kembangkan. Sopir tangki telah ditetapkan sebagai tersangka,” katanya.

Dijelaskan dia, kasus BBM solar ilegal tersebut terjadi sekitar dua bulan lalu di daerah Semarang Timur. Saat itu, anggota Polsek Gayamsari mendapati truk tangki mencurigakan. Setelah dicek dan diperiksa, ternyata memuat BBM solar bersubsidi tanpa memiliki perizinan.
Pihaknya, sejauh ini juga tidak melakukan penahanan terhadap tersangka. ”Tidak ditahan, karena ancaman hukumannya di bawah lima tahun,” katanya.

Dili juga belum berkenan membeberkan peran oknum perwira Polda Jateng yang disebut-sebut terlibat dalam kasus ini. Namun demikian, ia menegaskan bahwa kasus ini terkait penyalahgunaan izin angkut BBM bersubsidi. ”Tidak ada yang ditahan karena ancaman hukumannya di bawah lima tahun,” ujarnya.

Sedangkan barang bukti berupa truk tangki berkapasitas 5.000 liter yang digunakan mengangkut BBM solar ilegal, saat ini dititipkan di Rubasan Semarang.

Terpisah, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin, menegaskan tidak ada yang kebal hukum. ”Siapa saja, jika unsur pidananya terbukti harus diproses hukum, tidak ada yang sakti dari jerat hukum,” katanya.

Burhanudin mengakui, soal izin angkut BBM memang banyak celah untuk diselewengkan. Namun demikian, pihaknya akan menindak tegas setiap pelanggaran. Ditanya terkait keterlibatan oknum perwira Polda Jateng tersebut, Burhanudin enggan berkomentar banyak. ”Itu wewenang Propam Polda Jateng,” katanya. (amu/ida/ce1)