Nelayan Bentrok, Dua Luka-luka

248

DEMAK – Bentrok antara warga Dukuh Nyangkringan, Desa Sriwulan dan nelayan warga Dukuh Tonosari, Desa Bedono pecah di perairan Desa Morosari, Kecamatan Sayung, kemarin. Akibat kejadian ini, sejumlah nelayan mengalami luka-luka. Seperti dialami Zaenal Arifin, 33, nelayan asal Desa Bedono RT 7 RW 5 yang mengalami luka dibagian dahi dan lebam diatas mata sebelah kanan. Selain itu, warga bernama Sulaiman, 33, nelayan dari Desa Sriwulan RT 5 RW 5 juga menderita luka benjol dibagian kepala. Insiden ini terjadi karena keduanya terkena pukulan kayu.

Peristiwa bermula ketika satu perahu nelayan dari Dukuh Tonosari Desa Bedono yang berisi 5 orang yaitu, M Awir, Zainal Arifin, Sulaiman, Bambang dan Abu mengetahui ada 5 perahu nelayan warga Desa Sriwulan sedang asyik mencari ikan dengan jaring sodo beroperasi terlalu ketepi pantai berdekatan dengan pemukiman warga Desa Bedono. Sebab, tepi pantai tersebut merupakan areal tambak warga Desa Bedono sehingga menjadi lautan yang dangkal.

Semula, warga Desa Bedono ingin menegur agar warga Sriwulan tidak melakukan penangkapan ikan diwilayah Bedono tersebut. Sebab selain merugikan nelayan kecil juga bisa memicu abrasi di Desa Bedono lebih parah. Apalagi, sebelumnya, mereka juga telag diperingatkan supaya tidak mencari ikan diperairan tersebut.

Kapolres Demak AKBP Heru Sutopo melalui Kasubag Humas AKP Zamroni mengatakan, atas peristiwa itu, maka bertempat di Polsek Sayung, kedua belah pihak dimediasi oleh kepolisian dari Polsek Sayung dan Satpolair. Dalam kesempatan itu, kedua pihak dibuatkan surat kesepakatan bersama agar tidak mengulangi lagi masalah tersebut. “Dan, bagi yang sakit menerima biaya pengobatan,”katanya, kemarin.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Demak, Hari Adi Susilo mengatakan, kedua pihak telah bersepakat damai sehingga sudah tidak ada persoalan lagi. “Kita juga sudah berkoordinasi dengan Polres Demak,” katanya. (hib/fth)