Kapolrestabes: Siap Gelar Final Ulang

346
DIBAKAR: Motor seorang suporter yang dibakar di Jalan Karangrejo Semarang. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIBAKAR: Motor seorang suporter yang dibakar di Jalan Karangrejo Semarang. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Operator turnamen Polda Jateng Cup 2015 hingga kini belum memutuskan apakah partai final yang mempertemukan antara PSIS Semarang versus Persis Solo akan dilanjutkan terkait dengan insiden tawuran antarsuporter pada laga final leg pertama di Stadion Jatidiri Semarang, Sabtu (4/7) malam.

Seperti diketahui, duel klasik di partai puncak itu terpaksa dihentikan oleh wasit ketika laga memasuki menit ke-26. Laga itu dihentikan lantaran pendukung kedua kesebelasan terlibat saling serang petasan dan batu di tribun barat stadion berkapasitas 20 ribu penonton itu. Saat laga dihentikan, untuk sementara PSIS unggul 1-0 atas tim tamunya.

Bentrokan malam itu tak hanya terjadi di dalam lapangan. Namun tawuran juga berlanjut di luar stadion hingga membuat ribuan suporter Persis Solo tertahan lantaran terkepung di sekitar Jalan Teuku Umar dan Jalan Karangrejo Semarang. Padahal ribuan suporter Persis tersebut sudah dikawal 1 peleton Brimob dan 1 kompi Dalmas Polrestabes Semarang. Namun bentrok antarsuporter justru pecah di depan kantor PLN Jatingaleh Semarang sekitar pukul 23.40. Adegan lempar batu membuat situasi mencekam hingga Minggu (5/7) dini hari.

Sejumlah suporter dan petugas kepolisian mengalami luka-luka akibat terkena lemparan batu dan letusan petasan. Aparat berusaha memukul massa mundur dengan menembakkan gas air mata. Tawuran baru bisa mereda Minggu dini hari sekitar pukul 00.54 setelah pihak kepolisian mengevakuasi ribuan suporter Persis yang datang menggunakan sepeda motor, mobil pribadi, truk dan bus melewati jalan tol Jatingaleh–Bawen.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang di bekas lokasi bentrokan Jalan Karangrejo, Jatingaleh, tampak batu, botol air mineral, serta sampah berserakan di jalan. Sejumlah gerobak milik pedagang asongan juga rusak. Satu unit motor Honda Supra H-9818-RS hangus dibakar. Belum diketahui motor tersebut milik siapa. Namun diduga motor tersebut milik suporter PSIS Semarang.

Kepala Bagian Operasional Polrestabes Semarang, AKBP Wawan Kurniawan, mengatakan, pihaknya telah berunding dengan kepanitaan turnamen. Hasilnya, memutuskan bahwa pertandingan dihentikan dan ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan. ”Kondisinya tidak memungkinkan,” katanya.

Dengan pengawalan ketat, ribuan suporter Persis Solo diarahkan ke tol. Petugas juga memeriksa barang bawaan para suporter Persis Solo. Bahkan aparat kepolisian menemukan sejumlah peralatan, di antaranya palu, batu, pisau, ketapel, batangan besi dan batu.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin mengatakan, pihaknya terpaksa menyuruh pulang suporter Persis Solo saat pertandingan baru berlangsung 26 menit. ”Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, terpaksa kami suruh pulang,” ujar Burhanudin saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (5/7).

Burhanudin menegaskan, tidak ada korban jiwa dalam insiden bentrok dua kelompok suporter PSIS dan Persis Solo tersebut. Mengenai sejumlah penonton dan petugas kepolisian yang mengalami luka-luka akibat kericuhan tersebut, pihaknya menganggap hal wajar.

”Luka-luka ringan, wajar sajalah, namanya juga penonton bola. Polisi kalau ada yang terluka itu juga biasa. Orang-orang yang melihat paling-paling juga ketawa. Tugas kami memberi pengamanan, kalau ada polisi yang terluka itu biasa,” katanya.

Ditanya mengenai tindak lanjut laga final leg pertama Polda Jateng Cup yang terputus di tengah jalan tersebut, Burhanudin menegaskan bahwa pertandingan final tetap akan dilanjutkan. ”Tetap lanjut, nanti kalau kedua belah pihak sudah dingin. Rencananya akan digelar pertandingan final ulang,” ujarnya.

Pihaknya mengaku telah menerjunkan tim untuk menelusuri siapa provokator dalam kerusuhan tersebut. ”Masih kami telusuri siapa pelaku. Jika terbukti unsur pidana ya diproses,” tegasnya.

Salah satu panitia yang juga operator kompetisi, Aam Ichwan mengatakan, pihak operator serta perwakilan dua tim finalis, yakni PSIS serta Persis Solo baru akan melakukan pertemuan di Semarang Senin (6/7) ini atau Selasa (7/7) besok.

”Dalam pertemuan itu akan kami bahas semua kemungkinan. Karena prinsipnya turnamen ini kan dari kita untuk kita, makanya segala keputusan tidak hanya di tangan operator melainkan tergantung tim-tim peserta juga,” terang Aam kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Aam mengakui, masih ada beberap opsi terkait nasib partai final turnamen yang diikuti tujuh tim Divisi Utama asal Jateng itu. Opsi pertama tentu melanjutkan sisa waktu laga final leg pertama, dan nantinya menggelar final leg kedua di Stadion Manahan Solo pada Sabtu (11/7) mendatang.

Opsi kedua, kata Aam, yang juga General Manager (GM) Persip Pekalongan itu, adalah menghentikan laga final turnamen dengan alasan keamanan. Sehingga penentuan juara nantinya adalah juara bersama antara PSIS dan Persis.

”Opsi akan kami bicarakan dalam pertemuan. Dan kalau memang harus dilanjutkan, opsi paling aman ya pertandingan final lanjutan digelar tanpa penonton, sehingga diharapkan tidak ada risiko keributan lagi seperti kemarin,” bebernya.

Jika nantinya laga final akan dilanjutkan, tentu kata Aam, akan ada penjadwalan ulang baik untuk melanjutkan laga leg pertama PSIS sebagai tuan rumah, maupun jadwal laga leg kedua di mana Persis Solo akan menjadi tuan rumah.

”Sesuai jadwal juga bisa, namun di lanjutan leg pertama tetap ada penjadwalan ulang dan jadwalnya kami percepat minggu ini, sehingga leg kedua tetap bisa digelar sesuai jadwal pada 11 Juli 2015 mendatang. Makanya segala sesuatunya baru akan diputuskan dalam pertemuan besok (hari ini, Red),” sambung Aam.

Direktur Teknik PSIS, Setyo Agung Nugroho saat dihubungi kemarin mengaku akan menunggu pertemuan dengan pihak operator serta Persis Solo hari ini. ”Kita tidak mau berandai-andai dulu lah, tunggu keputusan di pertemuan besok (hari ini) saja. Namun yang jelas situasi ini kan terkait dengan keamanan juga, termasuk keamanan tim jadi memang harus kami putuskan bersama dengan semua pihak,” kata Agung.

Terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Jateng, Kombes Pol Alloysius Liliek Darmanto mengatakan, Polda Jateng secara teknis tidak terlibat dalam kepanitiaan Polda Jateng Cup tersebut. Sehingga keputusan mengenai tindak lanjut turnamen itu diserahkan kepada kepanitiaan turnamen. ”Penyelenggara turnamen ada panitianya sendiri. Kapolda Jateng Irjen Pol Noer Ali hanya memberikan izin dan mendukung,” terang Liliek.

Mengenai kerusuhan yang terjadi antara dua kelompok suporter tersebut, Liliek mengatakan pihaknya telah menyerahkan sepenuhnya kepada Polrestabes Semarang. Menurut Liliek, Polrestabes Semarang telah menjalankan tugas dalam menangani kerusuhan agar situasi tetap kondusif. ”Mereka (suporter Persis Solo) telah kembali ke Solo dan dikawal hingga keluar dari Semarang,” katanya. (amu/bas/aro/ce1)