Ancang-Ancang Mundur, Umar Diminta Gentle

135

”Fit and proper test lancar, Pak Umar juga mengikutinya dengan baik. Jadi yang gentle dan sesuai prosedural KSB dong kalau memang mau mengundurkan diri. Karena KSB induk berjalannya mekanisme itu.”
Supriyanto, Sekretaris KSB

SOLO – Rencana bakal calon (balon) wakil wali kota (wawali) Umar Hasyim mundur dari seleksi calon wakil wali kota (cawawali) Koalisi Solo Bersama (KSB) ditanggapi serius pimpinan KSB. Pengunduran diri dinilai harus sesuai dengan mekanisme yang sudah disepakati KSB.

Sekretaris KSB Supriyanto menuturkan, pengunduran diri baru bisa diproses jika setelah ada pengajuan dari yang bersangkutan. ”Alasannya apa? Disampaikan secara formal ke KSB, setelah itu baru bisa kami bahas,” ungkapnya, Selasa (30/6).

Dia menjelaskan, mekanisme penjaringan yang dilakukan sudah sesuai dengan rencana KSB dan tidak ada hal di luar rencana tersebut. Karena itu, dia cukup kaget ketika mengetahui rencana Umar mengundurkan diri. ”Fit and proper test lancar, Pak Umar juga mengikutinya dengan baik. Jadi yang gentle dan sesuai prosedural KSB dong kalau memang mau mengundurkan diri. Karena KSB induk berjalannya mekanisme itu,” papar dia.

Supriyanto menyayangkan rencana Umar tersebut. Sebab para balon wawali sudah menandatangani pernyataan menerima apa pun hasil seleksi. Pernyataan tersebut ditandatangani sebelum fit and proper test, pekan lalu.

Namun begitu, dia menegaskan, rencana pengunduran diri Umar tidak akan memengaruhi proses seleksi balon wawali. Saat ini KSB masih merampungkan survei guna mengukur tingkat popularitas dan elektabilitas para balon. Survei dilakukan oleh lembaga Solo Raya Polling dengan responden sebanyak 500 orang dan tersebar di lima kecamatan.

Di sisi lain, Supri mengimbau agar pihak lain tidak memperkeruh kondisi KSB. Termasuk kritik transparansi survei. Hal itu dianggap berlebihan dan kurang etis karena yang menyoal berada di luar KSB. Yakni, Ketua Desk Pilkada DPD II Golkar Solo Bambang Triyanto. Menurutnya, Bambang tidak memiliki kewenangan atas survei karena mekanisma survei sudah dijelaskan pada pimpinan parpol.

”Dengan pimpinan (parpol) sudah kami jelaskan. Bambang itu siapa? Dia kan di luar (KSB), pernyataan itu mengada-ada. Siapa yang merusak KSB berhadapan dengan saya,” tegasnya. (dah/wa/jpnn/ric/ce1)