Siap Wujudkan Mimpi Chandra Juara Olimpiade

1031
LANJUTKAN PERJUANGAN: Dari kiri, Aghniny Haque, Stevanus Ong, Agus Soewito, Reynaldi Atmanegara, Jenny Chandrawidjaja, Alex Harijanto dan Mutiara Habibah, saat penyerahan tali asih kemarin. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LANJUTKAN PERJUANGAN: Dari kiri, Aghniny Haque, Stevanus Ong, Agus Soewito, Reynaldi Atmanegara, Jenny Chandrawidjaja, Alex Harijanto dan Mutiara Habibah, saat penyerahan tali asih kemarin. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Reynaldi Atmanegara patut berbangga. Atlet asli Kota Semarang ini mampu menyumbang satu dari dua medali emas yang direbut Indonesia dari cabang olahraga taekwondo pada SEA Games 2015 di Singapura lalu. Reynaldi adalah salah satu hasil keseriusan Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Jateng membina olahraga asal Korea Selatan ini.

BASKORO SEPTIADI

SELAIN Reynaldi, masih ada tiga atlet taekwondo asal Jateng yang menghuni pelatnas yang disiapkan tampil di event internasional. Mereka adalah Aghniny Haque, Stevanus Ong serta satu atlet taekwondo dari nomor poomsae (kerapian jurus) yakni Mutiara Habibah. Muti, sapaannya, mampu merebut medali perak. Sementara Aghniny dan Stevanus masih belum beruntung pada pesta olahraga Asia Tenggara ini.

Dominasi atlet Jateng di pelatnas taekwondo ini tak lepas dari dedikasi dan tekad kuat Ketua Umum Pengprov TI Jateng Sudarsono Chandrawidjaja. Sejak memimpin organisasi tersebut, Chandra, demikian dia biasa disapa, begitu total. Pengusaha kayu ini tak segan-segan mengeluarkan kocek hingga tak terbatas demi mencetak prestasi taekwondo Jateng. Mulai menggelar kejuaraan, membangun dojang (tempat berlatih taekwondo), hingga rutin mengirim atlet ke Korea Selatan untuk menempa ilmu taekwondonya.

Sayang, Chandra tak sempat melihat keberhasilan Reynaldi merebut medali emas SEA Games 2015. Chandra dipanggil yang Maha Kuasa pada 31 Mei 2015 lalu karena kecelakaan saat berolahraga sepeda.

Sepeninggal Chandra, jajaran pengurus Pengprov TI Jateng bertekad meneruskan apa yang menjadi cita-cita dan harapannya. Terdekat adalah menggelar Pra PON taekwondo di mana Jateng ditunjuk sebagai tuan rumah pada 6 November 2015.

”Pak Chandra ingin Pra PON itu istimewa. Sukses dalam penyelenggaraan, tapi Jateng juga harus mampu meloloskan sebanyak-banyaknya atlet ke PON 2016. Selanjutnya Pak Chandra ingin Jateng juara umum taekwondo pada PON 2016 di Bandung tersebut,” ujar Alex Harijanto, Pembina TI Jateng.

Juara PON hanyalah sasaran antara. Chandra punya misi besar yang terus dia impikan, yakni mencetak atlet untuk tampil di event olimpiade. Tak hanya tampil, tapi juga menjadi juara dan membawa nama harum Indonesia. ”Itu cita-cita almarhum yang terus terngiang di telinga saya. Almarhum memang sangat nasionalis, saya bertekad mewujudkannya dengan segala daya upaya,” lanjut Alex.

Alex memang menyatakan tak akan kendur membina taekwondo Jateng, dan justru harus termotivasi untuk mewujudkan mimpi Chandra. Meski masih berduka, Pengprov TI Jateng tetap all out. Sebab pelaksanaan Pra PON taekwondo semakin dekat. Untuk mewujudkan target prestasi, Pengprov TI Jateng telah merancang training center (TC) ke Korea Selatan dalam waktu dekat ini. Meski Sudarsono Chandrawidjaja sudah tiada, rencana tersebut tetap akan dilaksanakan demi menjaga persaingan di Pra PON.

”Rencananya sekitar 40-50 hari di sana, dan sesuai pesan Pak Chandra dulu, di sana para atlet tidak hanya berlatih, tapi juga bertanding sebanyak mungkin di kejuaraan-kejuaraan yang digelar di sana. Soal biaya, tentu akan kita pikirkan, namun istri Pak Chandra, yakni Ibu Jenny juga siap meneruskan cita-cita beliau,” tandas Agus Soewito, Sekum Pengprov TI Jateng.

Kemarin, para atlet taekwondo Jateng yang tampil di SEA Games 2015 Singapura mendapatkan tali asih. Semua mendapat tali asih, tak hanya yang mendapat medali. Bonus diserahkan oleh Jenny Chandrawidjaja, istri Sudarsono Chandrawidjaja. ”Bonus ini apresiasi atas kerja keras para atlet Jateng yang tampil di SEA Games. Harapan saya, terus berlatih keras untuk mendapatkan medali emas di PON 2016, selanjutnya bisa tampil di Olimpiade Brasil 2016 atau Olimpiade 2020 kelak sesuai cita-cita Pak Chandra,” ujar Jenny.

Reynaldi merasakan bagaimana ’gemblengan’ Chandra, sehingga dia begitu termotivasi untuk bisa menjadi juara olimpiade. ”Ketika bertanding di SEA Games Singapura, saya terus teringat Pak Chandra, dan itu menjadi motivasi saya, sehingga meraih medali emas. Sekarang saya akan lanjutkan prestasi saya juara olimpiade. Saya upayakan bisa di olimpiade 2016 di Brasil atau 2020 mendatang,” ujar atlet yang masih berusia 19 tahun ini. (*/aro/ce1)