DPRD Tegur Kinerja Bupati

418
RAPAT PARIPURNA : Bupati Batang, Yoyok Rio Sudibyo, usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RAPAT PARIPURNA : Bupati Batang, Yoyok Rio Sudibyo, usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG–Untuk kesekian kalinya, Bupati Batang, Yoyok Rio Sudibyo, kembali ditegur oleh DPRD Kabupaten Batang. Kali ini dalam rapat Paripurna DPRD Kabupaten Batang tentang persetujuan bersama atas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Batang Tahun Anggaran 2014.

Teguran terhadap kinerja Bupati Yoyok, tidak hanya soal penempatan personel pada Sekretariat DPRD, tapi juga maraknya Galian C liar, tidak transparannya keuangan Perusahaan Daerah Aneka Usaha milik Pemkab Batang, hingga molornya proyek konstruksi yang tidak kunjung dilelang. Padahal ada 21 proyek.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Batang, Ahmad Fauzi, mengungkapkan bahwa penempatan personel di Sekretariat DPRD Batang terkesan menempatkan orang-orang buangan. Terbukti, mereka tidak memahami ruang lingkup dan tugasnya.

Menurutnya, Bupati Yoyok, harusnya menempatkan personel yang cakap dan mampu bekerja. Sehingga pelayanan kepada anggota DPRD menjadi lebih baik dan dapat menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan DPRD.

“Kami tidak menyalahkan mereka, namun kami meminta kepada bupati agar menempatkan personel yang benar-benar memiliki kapabilitas, sesuai dengan keahlian yang dimiliki serta kompeten di bidangnya. Jangan sampai menempatkan personel karena didasari like and dislike,” ungkap Ahmad Fauzi.

Sedangkan anggota DPRD, Teguh Sulaksono menyoroti 71 paket kontruksi yang telah disetujui oleh DPRD. Namun hingga Juni ini, ada 21 proyek kontruksi yang belum juga dilakukan proses lelang, apalagi pengerjaaan proyek. Hal itu menunjukkan kinerja Bupati Yoyok sangat lamban. Bahkan terjadi penumpukan pekerjaan di akhir tahun.

“Seharusnya 21 proyek konstruksi tersebut sudah dilelang, ini sudah bulan Juni. Jika Bupati Yoyok tegas terhadap SKPD terkait, tidak akan terjadi kelambatan proses lelang seperti saat ini,” tandas Teguh.

Hal senada ditegaskan oleh Ketua DPRD Kabupaten Batang, Teguh Raharjo. Menurutnya selama setahun terakhir, perkembangan Galian C liar tidak terkendali dan merusak lingkungan sekitar.

Teguh juga menyoroti tidak transparannya laporan keuangan Perusahaan Daerah Aneka Usaha. Bahkan hingga kini tidak mengetahui perkembangan perusahaan tersebut setelah adanya penyertaan modal dari Pemkab sebesar Rp 800 juta. “Bupati dalam menempatkan direktur perusahaan daerah, harus yang kompeten serta melalui uji kelayakan dan kepatutan,” tegas Ketua DPRD Batang.

Sementara itu, Bupati Yoyok menyatakan akan menindaklanjuti rekomendasi dari DPRD tersebut. “Karena itu sudah menjadi rekomendasi, kami akan menindaklanjutinya,” tutur Bupati Yoyok usai rapat paripurna. (thd/ida)