Juni, Inflasi Diprediksi 0,65 Persen

119

SEMARANG-Pertumbuhan ekonomi Jateng pada triwulan II ini diperkirakan meningkat. Peningkatan tersebut bersumber dari konsumsi, baik swasta maupun pemerintah, dan investasi.

“Konsumsi diperkirakan meningkat seiring datangnya bulan Ramadan dan Idul Fitri. Sementara investasi diperkirakan meningkat didorong oleh realisasi proyek pemerintah yang meningkat di triwulan II,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jateng, Iskandar Simomangkir, Senin (22/6) kemarin.

Sedangkan berdasarkan lapangan usaha, ekonomi tumbuh seiring dengan kinerja tiga sektor utama yang diperkirakan tumbuh membaik. Sektor pertanian membaik sejalan dengan perkiraan panen di triwulan tersebut.

“Sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan diperkirakan dapat menopang pertumbuhan ekonomi seiring meningkatnya permintaan domestik,” ujarnya.

Sedangkan untuk inflasi, seiring datangnya bulan Ramadan dan Idul Fitri, risiko inflasi pada Juni ini diperkirakan meningkat. Inflasi terutama didorong oleh kelompok volatile foods sejalan dengan meningkatnya permintaan masyarakat akan barang-barang kebutuhan pokok.
“Berdasarkan survei yang dilakukan Bank Indonesia, kenaikan harga utamanya terjadi pada komoditas cabai merah, telur ayam ras dan daging ayam ras,” ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, Bank Indonesia memperkirakan pada bulan Juni masih akan terjadi inflasi dengan kisaran 0,65 -0,69 persen. Untuk tetap menjaga inflasi dalam kisaran yang diperkirakan, Bank Indonesia akan tetap melakukan pemantauan dan berkoordinasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jateng. (dna/ida)

Silakan beri komentar.