Basyir Mundur, Demi Balqis

241

PEKALONGAN – Munculnya Surat Edaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nomor 302/ KPU/VI/2015 tertanggal 12 Juni 2015 yang berisi Peraturan KPU Nomor 9 tahun 2015 mengubah suhu pilkada di Kota Pekalongan. Adanya aturan baru tersebut, membuat Wali Kota Pekalongan saat ini Basyir Ahmad bersiap mundur sebelum 26 Juli batas waktu pendaftaran calon Wali Kota melalui partai. Hal itu dilakukan demi Balqis Diab, istrinya yang sudah sejak lama akan diusung Partai Golkar Kota Pekalongan.

Ketua KPU Kota Pekalongan, Basir menjelaskan pada surat edaran tersebut, jika sebelum tanggal 26 Juli Wali Kota sudah mundur dari jabatannya dan memiliki SK dari Mendagri maka tidak termasuk dalam ketentuan pasal 1 angka 19. “Jika memang sudah dinyatakan mundur dan pegang SK dari Mendagri, maka dalam kategori pasal 4 ayat 1 dan 11 dapat mencalonkan diri jadi kepala daerah,” terang Basir sat ditemui di Kantor KPU Kota Pekalongan, Senin (15/6). Dengan adanya surat tersebut, maka siapapun yang ada hubungan dengan kepala daerah sebelumnya diperbolehkan mencalonkan diri sebagai kepala daerah.

Ditemui terpisah, Wali Kota Pekalongan Basyir Ahmad menegaskan dalam waktu dekat akan menemui Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terkait pengunduran dirinya. “Saya rencana akan bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah terkait pengunduran diri saya. Untuk mendapatkan surat keputusan Menteri Dalam Negeri,” kata Basyir, Senin (15/6).

Basyir Ahmad berharap keputusan pengunduran dirinya jatuh pada 6 Juli 2015. Sebab Basyir menganggap 6 Juli adalah tanggal bersejarah bagi dirinya setelah menjabat Wali Kota Pekalongan selama dua periode. “Tanggal 6 Juli bagi saya istimewa. Jadi saya akan mencoba meminta agar surat keputusan pengunduran diri jatuh pada tanggal tersebut,” ujar Basyir.

Ditambahkan, pengunduran dirinya juga terkait akan dicalonkannya istrinya yang sekaligus juga masih menjadi Ketua DPRD Kota Pekalongan, Balqis Diab serta Ketua DPC Partai Golkar Kota Pekalongan. (han/ric)