Operasi Preman, Dites HIV/AIDS

260
TES KESEHATAN- Sejumlah pengatur lalu lintas liar diperiksa tes HIV/AIDS di Mapolres Semarang. (PRISTYONO/jawa pos RADAR SEMARANG)
TES KESEHATAN- Sejumlah pengatur lalu lintas liar diperiksa tes HIV/AIDS di Mapolres Semarang. (PRISTYONO/jawa pos RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Sebanyak 33 orang yang terjaring operasi preman, Senin (8/6) pagi diberi pembinaan. Mereka sebagian besar adalah “Pak Ogah” atau bekerja menyeberangkan kendaraan di jalan. Selain mendapatkan pembinaan mereka juga diperiksa kesehatannya termasuk tes HIV/AIDS.
Kasat Sabhara Polres Semarang, AKP Hadi Purnomo mengatakan, pemeriksaan kesehatan tersebut sebagai tindak lanjut pembinaan terhadap 33 orang yang terjaring razia. Kegiatan ini bekerjasama dengan Persatuan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kabupaten Semarang.

“Mereka ini terjaring operasi preman, karena melakukan pengaturan lalu lintas dengaan imbalan. Sebab kegiatan itu melanggar Perda pasal No 10 tahun 2014 tentang ketertiban umum,” tutur AKP Hadi.

Setelah dilakukan pembinaan oleh Kepolisian, giliran PKBI Kabupaten Semarang melakukan pemeriksaan kesehatannya termasuk tes HIV/AIDS. “Tidak hanya mereka saja yang diperiksa HIV/AIDS. Polisi juga diperiksa apalagi polisi juga banyak berhubungan dengan masyarakat luas. Alhamdulillah hasilnya nihil,” katanya.

Koordinator Lapangan PKBI Kabupaten Semarang, Bekti Rahmawati mengatakan, pihaknya telah melakukan kerjasama dengan Kepolisian untuk melakukan tes HIV/AIDS bagi mereka yang terjaring operasi. Namun pemeriksaan itu sifatnya sukarela. “Lelaki berisiko itu memang susah dijangkau untuk pemeriksaan. Sehingga kami melakukan kerjasama pemeriksaan seperti ini dalam rangka penanggulangan HIV/AIDS,” imbuhnya.

Salah seorang pengatur lalu lintas Bawen yang diperiksa kesehatannya, Slamet Rubianto, 57, warga Ngancar, Bawen mengaku tidak masalah jika dilakukan pemeriksaan kesehatan. “Saya diperiksa HIV/AIDS tidak masalah karena saya tidak pernah neko-neko, tiap hari hanya kerja menyeberangkan orang di pertigaan Bawen,” katanya. (tyo/ric)