Jateng Usul Porsema 2016, Jadi Event Nasional

937
SERAHKAN PIALA: Ketua PW LP Ma’arif NU Jawa Tengah, H Agus Sofwan Hadi SH, (kiri) menyerahkan piala juara umum Porsema dan OSNU kepada kontingen Kudus di Alun-Alun Kebumen, Jumat (29/5) lalu. (IST)
SERAHKAN PIALA: Ketua PW LP Ma’arif NU Jawa Tengah, H Agus Sofwan Hadi SH, (kiri) menyerahkan piala juara umum Porsema dan OSNU kepada kontingen Kudus di Alun-Alun Kebumen, Jumat (29/5) lalu. (IST)

SEMARANG – Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Jateng mengusulkan kepada Pengurus Pusat (PP) Ma’arif untuk menggelar Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) dan Olimpiade Sains NU (OSNU) tingkat nasional. Selama ini, baru Ma’arif Jateng yang menggelar kegiatan rutin dua tahun sekali hingga saat ini sudah kali kesembilan. Terakhir digelar di Kebumen pada 28-31 Mei 2015 yang dibuka berbarengan oleh Menpora Imam Nachrowi dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

”Pada Rakernas LP Ma’arif di Jakarta, 9-10 Juni 2015 mendatang, kami akan mengusulkan agar event Porsema dan OSNU yang menjadi agenda rutin LP Ma’arif Jateng menjadi event nasional, dimulai 2016. Hal ini untuk meningkatkan greget dan prestasi siswa-siswi Ma’arif,” tegas Ketua PW LP Ma’arif Jateng Agus Sofwan Hadi SH kepada wartawan, kemarin (5/6).

Dalam Porsema & OSNU di Kebumen yang baru saja berakhir, kata Agus, juara I diraih Kudus dengan 16 emas, 9 perak dan 4 perunggu, disusul Pati 8 emas, 4 perak, 10 perunggu dan Jepara 6 emas, 5 perak dan 5 perunggu.

Tema yang diusung Spirit Aswaja. Harapannya agar peserta mampu memperkokoh dan menerapkan ajaran-ajaran Ahlussunah wal Jama’ah dalam setiap aktivitas kependidikan termasuk dalam kompetisi meraih prestasi di segala bidang.

Menurut Agus, dari 3.911 peserta Porsema dan OSNU jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan MA/SMK/SMA serta para ofisial mereka memiliki semangat berkompetisi yang sportif dalam bertarung di 73 kejuraan yang dilombakan. Mereka dari 32 kabupaten/kota atau cabang LP Ma’arif NU se-Jateng. Cabang olahraga yang dipertandingkan meliputi bola volley, bulu tangkis, tenis meja, lari, dan pencak silat.

Cabang seni terdiri kaligrafi, MTQ, puisi religi, debat berbagai bahasa, pidato berbagai bahasa, reportase dan film pendek. Olimpiade sain dan ke-NU-an meliputi LKS, LKIR IPA, LKIR IPS, cerdas cermat Aswaja, serta olimpiade IPA, matematika, fisika, biologi, kimia, dan ke-NU-an. Setiap cabang lomba dalam kategori putra-putri untuk jenjang MI/SD, MTs/SMP, dan MA/SMK/SMA.

Dalam Porsema dan OSNU di Kebumen, terjadi persaingan yang ketat untuk menjadi juara. Hampir semua kontingen meraih medali. Hal ini menandakan madrasah dan sekolah di naungan LP Ma’arif NU semakin dinamis, berkualitas, dan kompetitif.

Selain Menpora Imam Nahrawi dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, ikut hadir dalam upacara pembukaan di Alun-Alun Kebumen, Jumat (29/5) lalu, Rais Syuriah PWNU Jateng KH Ubaidillah Sadaqah, Ketua PWNU Jateng H Abu Hapsin Umar PhD, serta puluhan ulama dan jajaran pemerintahan Kabupaten Kebumen.

Menurut Agus, saat menyambut Gubernur Jateng memberi apresiasi tinggi terselenggaranya Porsema IX dan OSNU 2015 untuk untuk mempererat silaturahmi dan kesolidan keluarga besar LP Ma’arif NU Jateng.

Selain itu, peserta didik termotivasi untuk meraih prestasi, berjiwa sportif dan ksatria, berusaha meraih kemenangan secara jujur dan sungguh-sungguh serta siap menerima kekalahan.

”Jangan ada suap dan mengatur skor. Kalian bukan generasi memble, tapi generasi hebat yang siap meneruskan estafet kepemimpinan bangsa di masa datang,” tegas Ganjar.

Sedangkan Menpora berpesan, peserta Porsema dan OSNU agar menunjukkan semangat, daya juang yang tinggi dan sportivitas yang dilandasi nilai-nilai Aswaja. Dari event ini diharapkan muncul bibit-bibit berkualitas untuk kejayaan Indonesia. (sct/ida/ce1)