Parkiran GOR Tri Lomba Juang Tak Aman

648

MUGASSARI – Meski sudah dijaga petugas, parkiran Stadion Tri Lomba Juang Jalan Mugassari Semarang Selatan ternyata tidak aman. Parkiran tersebut diduga dijadikan lahan basah pelaku pencurian dengan mengincar sasaran warga yang sedang asyik berlari pagi.

Tidak tanggung-tanggung, sekali beraksi, kawanan pencuri menggasak barang berharga milik tujuh korban sekaligus di parkiran Stadion Tri Lomba Juang Semarang. Pelaku menggasak sedikitnya satu unit motor, yakni Honda CB 15A1RRF M/T tahun 2013 White Blue, Nopol H-5254-CA, dompet berisi STNK, KTP, SIM A dan C, kartu asuransi kesehatan, kartu ATM BNI, uang Rp 80 ribu. dan tujuh handphone berbagai merek.

Tujuh handphone tersebut, masing-masing; Samsung Mega 6,3 inci, Nokia 501, BlackBerry 9650, Samsung Galaxy A3, Assus Zenfone 4 hitam, Assus Zenfone 5 ungu, Oppo R1001, beserta surat KTP, SIM C an. Bisma YA, dan uang tunai Rp 150 ribu.

Ketujuh korban adalah; Bisma Yoga Aditya, 29, Rakai Naraga Janotama, Arsita Hidayatul Maulida, Salsabila Aufa Sari, dan Depto Sandhy Arista, dan Ardian Oddy Danasto, 19.
”Awalnya, saya datang di Stadion Tri Lomba Juang. Setelah memarkirkan motor di lokasi parkir, saya melakukan kegiatan olahraga lari pagi. Barang-barang berharga saya taruh di bagasi motor,” kata Bisma Yoga Aditya saat melapor kepada petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, Selasa (2/6).

Tanpa menaruh rasa curiga, Bisma asyik berlari-lari pagi. Sekitar pukul 07.00, Bisma yang sudah berkeringat usai jogging, berusaha menyambangi tempat motornya diparkir. ”Saat saya membuka jok, ternyata barang-barang berharga telah hilang,” kata pegawai BUMN warga Jalan Badak I No 6 RT 1 RW Kelurahan Pandean Lamper, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang.

Dia mengaku tak habis pikir mengapa barang berharga di dalam bagasi jok motor bisa hilang. Sebab, ia sendiri yakin saat ditinggalkan telah dalam kondisi terkunci. ”Nah, dalam waktu bersamaan, ternyata warga lain di tempat tersebut juga menjadi korban pencurian dengan modus yang sama,” katanya.

Bisma tambah heran, korban lain selain dirinya ternyata ada enam orang. Sehingga total korban sebanyak tujuh orang. ”Kami tidak saling mengenal. Ternyata mengalami nasib yang sama,” ujarnya.

Mereka telah berusaha menanyakan ke petugas parkir resmi di Stadion Tri Lomba Juang Semarang. Namun petugas parkir di tempat tersebut tidak mau tahu atas kejadian pencurian tersebut.

Karena tidak menemukan solusi, para korban sepakat melaporkan kejadian pencurian ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang. ”Diduga, pelaku beraksi dengan cara memasukkan tangan di celah jok motor. Rata-rata motor korban berjenis matic,” katanya.

Korban Ardian Oddy Danasto mengaku kehilangan motor Honda CB 15A1RRF M/T tahun 2013 White Blue, Nopol H-5254-CA, dompet berisi STNK, KTP, SIM A dan C, kartu asuransi kesehatan, kartu ATM BNI, uang Rp 80 ribu. Ia mengaku juga sedang asyik lari pagi. ”Motor saya dalam kondisi terparkir dan terkunci setang. Saat hendak pulang, motor sudah tidak ada,” ujar pelajar yang tinggal di Jalan Taman Arya Mukti Timur V/146 RT 6 RW 4 Pedurungan Lor Kota Semarang.

Terpisah, aksi pencurian motor juga menimpa Maulana Reza Pahlevi, 19, warga Jalan Dr Kariadi No 545 RT 3 RW 6 Kelurahan Randusari, Kecamatan Semarang. Sekitar pukul 06.00, ia harus terenyak mendapati Honda Vario Techno H-4563-DW merah silver, miliknya raib saat diparkir di garasi rumah. Hingga saat ini, sejumlah kasus pencurian yang terjadi dalam waktu yang hampir bersamaan itu masih diselidiki oleh tim Reserse Kriminal Polrestabes Semarang. (amu/zal/ce1)