Indonesia Krisis Akuntan Publik Jelang MEA

235

SEMARANG – Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akhir tahun mendatang, jumlah Certified Public Accountant (CPA) atau akuntansi publik bersertifikasi masih dirasa sangat kurang. Dari catatan Kementerian Keuangan, rata-rata hanya lahir 50 CPA per tahunnya.

“Angka itu sangat tragis mengingat beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura mampu mencapai hampir 500 akuntan publik bersertifikasi setiap tahunnya,” kata Kepala Bidang Pembinaan Akuntan Kementerian Keuangan Agus Suprapto dalam CPA Exam Review di Universitas Dian Nusawantoro (Udinus), Kamis (28/5) kemarin.

Minimnya jumlah akuntan publik bersertifikasi ini, lanjutnya, karena selama ini masih banyak beberapa daerah yang belum mempunyai test center untuk uji sertifikasi. “Sekarang, kami merasa terbantu lantaran beberapa perguruan tinggi di beberapa kota besar mau membuka test centre untuk uji CPA. Selain itu, waktu ujian juga bisa kapan saja karena sudah menggunakan sistem CBT atau komputerisasi secara online,” ungkapnya.

Untuk mempertinggi tingkat kelulusan, Agus juga sangat mendukung kegiatan exam review seperti yang dilakukan Udinus selama dua hari (28-29/5) kemarin. Pemberian kiat-kiat dan latihan mengerjakan soal uji sertifikasi ini dirasa sangat penting, terutama bagi fresh graduate atau akuntan publik yang belum punya banyak jam terbang. “Dengan adanya pelatihan seperti ini, tingkat kelulusan bisa,” tuturnya.

Kaprodi Akuntansi S1 Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Udinus Yulita Setiawanta menambahkan, Udinus baru bisa menggunakan test centre untuk uji sertifikasi Juni mendatang. Pasalnya, sejak diresmikan 5 Mei lalu, pihak Udinus tengah mempersiapkan semua proses standarisiasi yang ditetapkan pusat. “Test centre ini bisa digunakan untuk tiga level. CACC untuk mahasiswa yang mau lulus, fresh graduatem dan bekerja di bawah tiga tahun, CPACC untuk yang sudah berpengalaman bekerja di akuntan publik selama 6 ribu jam dan pernah menjadi ketua audit, serta CPA yang bisa dibilang tingat tertinggi akuntansi publik,” jelasnya (amh/smu)