Luncurkan KUP, Widya Gandeng Bank Jateng

448
PEDULI USAHA MIKRO: Dari kiri: Bupati Kudus Mustofa, Bupati Kendal Widya Kandi Susanti dan jajaran pimpinan Bank Jateng Cabang Kendal saat penandatanganan MoU program KUP, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PEDULI USAHA MIKRO: Dari kiri: Bupati Kudus Mustofa, Bupati Kendal Widya Kandi Susanti dan jajaran pimpinan Bank Jateng Cabang Kendal saat penandatanganan MoU program KUP, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Kredit Usaha Produktif (KUP) yang diciptakan oleh Bupati Kudus Mustofa yang telah disetujui pemerintah pusat untuk diterapkan di seluruh Indonesia kini mulai diperkenalkan di Kendal. Senin (25/5) kemarin, Pemkab Kendal melakukan penandatanganan kerja sama (MoU) dengan Bank Jateng Cabang Kendal di Pendopo Pemkab.

Mustofa menjelaskan, KUP merupakan kredit yang bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Yakni, dengan memberikan bantuan kepada pengusaha untuk peningkatan ekonomi kerakyatan.

”KUP hadir sebagai penyempurnaan atas program kredit sebelumnya seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dengan program ini, masyarakat tidak perlu menggunakan agunan untuk mendapatkan bantuan modal usaha,” ujarnya.

Dijelaskan, jika secara perhitungan, bantuan berupa pinjaman modal usaha dinilai akan sangat membantu masyarakat untuk membesarkan usahanya. Sebab, program KUP memiliki bunga pinjaman yang lebih ringan. Sekitar 6 persen per tahun.

”Pinjaman ini menyentuh usaha mikro produktif tanpa agunan dalam mengakses pinjaman permodalan tersebut. Nilai pinjaman permodalan bervariasi dengan pinjaman maksimal sebesar Rp 20 juta,” jelasnya.

Ada empat kategori kartu untuk berbagai bidang usaha yang akan membedakan nilai pinjaman maksimal. Keempat kartu tersebut, yakni kartu warna merah untuk pinjaman maksimal Rp 5 juta, warna biru maksimal Rp 10 juta, warna hijau maksimal Rp 15 juta, dan warna abu-abu untuk pinjaman maksimal Rp 20 juta.

Bunga yang dikenakan sebesar 0,9 persen per bulan dengan jangka waktu angsuran selama 3 tahun. Setelah pengusaha melunasi pinjaman maksimal Rp 20 juta, pengusaha akan terdorong untuk meminjam di atas Rp 20 juta, tapi tentunya dengan agunan.

Dikatakan, KUP diperuntukkan bagi masyarakat yang punya usaha feasible (layak serta berpotensi berkembang dan produktif, Red) namun tidak ada dana dan jaminan bila harus pinjam ke bank. ”KUP murni lepas dari penggunaan APBD dan APBN. Jadi, hanya ikatan bank atau koperasi saja,” tandasnya.

Namun, pelaksanaan KUP perlu komitmen kuat dari semua pihak yang terlibat, yakni pemda beserta jajarannya serta kalangan perbankan.

Bupati Kendal Widya Kandi Susanti mengaku akan menindaklanjuti dengan mengolah database insutri rumahan (home industry) yang dimiliki Pemkab Kendal. Dari data yang ada, kata dia, jumlah industri rumahan di Kendal mencapai 1.900 usaha.

Data tersebut nantinya akan digunakan sebagai acuan untuk pemberian KUP di Kabupaten Kendal. Database industri rumahan (IR) di Kendal sudah dikelompokkan menjadi 3, yakni kelompok usaha pemula, kelompok usaha berkembang, dan kelompok usaha maju.

”Data ini akan sangat membantu dalam pelaksanaan program KUP yang sudah ditandatangani antara Bank Jateng dengan Pemkab Kendal. Selanjutnya akan diadakan seleksi yang ketat di tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten,” bebernya.

Pemerintah desa nantinya akan dilibatkan langsung dalam proses pendataan pelaku usaha. Termasuk dalam pengawalan kegiatan usaha hingga proses pembayaran atau pelunasan utang. ”Sehingga sama-sama menguntungkan,” tandasnya.

Sasaran KUP adalah pelaku usahanya yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 50 juta. Kekayaan tersebut tidak termasuk tanah dan bangunan tempat tinggal. Atau calon pemohoan KUP memiliki omzet paling banyak Rp 300 juta per tahun, serta memiliki usaha yang bergerak di bidang industri, perdagangan, jasa, dan pertanian.

Widya berharap dengan adanya program KUP, masyarakat miskin dan pengangguran akan semakin berkurang. ”Jika usaha maju, akan membuat lapangan pekerjaan baru, sehingga warga sekitar bisa terserap,” katanya. (bud/aro/ce1)