Anak Berprestasi Dibantu Rp 1,8 Juta

200

KAJEN-BPJS Ketenagakerjaan Pekalongan menyerahkan bantuan kepada 100 anak berprestasi. Masing-masing peserta dari berbagai wilayah itu mendapatkan bantuan total sebesar Rp 1,8 juta.

Seorang peserta, Kasromi, 51, mengatakan, di tengah kondisi perekonomian keluarga yang sulit, bantuan tersebut sangat membantu untuk biaya sekolah anak-anaknya. “Kami sangat terbantu sekali. Anak saya dapat tunjangan ini, Muti Afifah sekolah di SD Islam Kregon,” kata warga Jalan Irian Kota Pekalongan itu.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan, Heri Purwanto mengatakan, sebanyak 100 anak pekerja tersebut berasal dari wilayah BPJS Ketenagakerjaan Pekalongan yang meliputi, Kabupaten Pemalang, Pekalongan, Kota Pekalongan dan Batang. “Kami ingin memberikan dorongan, suport, agar pendidikan anak para pekerja dapat berkembang lebih bagus,” ungkapnya usai penyerahan bantuan di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Pekalongan, kemarin.

Para peserta itu, kata Heri, berasal dari tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Padahal, untuk tingkat SMA dan perguruan tinggi, sedianya mendapatkan tunjangan masing-masing senilai Rp 2,4 juta. “Ada 100 peserta, tingkat SD dan SMP. Untuk SMA dan perguruan tinggi tahun ini tidak ada yang mengajukan,” jelasnya.

Heri menambahkan, peningkatan kesejahteraan pekerja sangat penting. Namun dari empat wilayah eks karesidenan Pekalongan itu masih banyak para pekerja baik formal maupun non formal yang belum mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan.

Dipaparkan dia, para pekerja yang terdaftar sebagai anggota BPJS Ketenagakerjaan hanya 48.478 orang. “Kalau melihat potensinya masih banyak, bahkan jutaan. Kemudian yang formal jumlahnya tidak kurang dari 600 ribu orang,” jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi ke berbagai instansi, baik pemerintah, perusahaan swasta dan pekerja bukan penerima upah (non formal). “Ke depan, berdasarkan PP 85 tahun 2014, BPJS Ketenagakerjaan ini sebagai syarat untuk pembuatan administrasi kependudukan dan perizinan. Baik KTP, KK, Izin usaha dan lain-lain,” pungkasnya. (hil/ida)