Ditertibkan Satpol PP, Mengadu ke Dewan

154
MENGADU : Ratusan pedagang mengadu ke DPRD Kabupaten Semarang karena tidak kebagian kios dan dirazia Satpol PP Kabupaten Semarang. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENGADU : Ratusan pedagang mengadu ke DPRD Kabupaten Semarang karena tidak kebagian kios dan dirazia Satpol PP Kabupaten Semarang. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN-Masalah di Pasar Projo Ambarawa sepertinya tidak akan pernah selesai. Setelah sebelumnya ratusan pedagang silih berganti mengadu ke kantor DPRD Kabupaten Semarang karena tidak dapat kios dan adanya pungli, giliran Senin pagi (11/5) kemarin, ratusan pedagang lesehan dan pedagang pagi Pasar Projo Ambarawa melakukan hal yang sama.

Mereka mengadu karena sebanyak 400 lebih pedagang lesehan dan pasar pagi sudah terdaftar di Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian dan Perdagangan, namun setelah pembangunan pasar selesai tidak kebagian kios. Bahkan ketika berjualan di tempat parkir pasar, langsung ditertibkan petugas Satpol PP.

Para pedagang ditemui anggota Komisi B dan langsung dilakukan audiensi yang dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bambang Kusriyanto. Hadir dalam audiensi, Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perindang, M Natsir, Kepala Satpol PP Much Risun, dan Wakapolres Semarang Kompol Sunarno.

“Seharusnya dinas dan panitia pembagian kios itu tidak mban cinde mban siladan. Kami pedagang lesehan dan pasar pagi, tidak pernah dilibatkan dalam penempatan pedagang di Pasar Projo yang sudah selesai dibangun itu. Selasa (5/5) kami kemudian mengirim surat ke dinas terkait penempatan pedagang. Tetapi keesokan harinya Rabu (6/5), justru ada operasi yustisi dari Satpol PP,” ungkap perwakilan pedagang, Sumarno, 45.

Bahkan, kata Sumarno, penertiban yang dilakukan Satpol PP sangat arogan karena ada meja pedagang yang dirusak menggunakan linggis. Selain itu, KTP pedagang juga disita dan belum dikembalikan hingga kemarin. Sumarno yang mewakili pedagang meminta Pemkab Semarang melakukan penataan pedagang. “Seharusnya pembagian los itu oleh pemerintah bukan lewat Asrofi CS,” kata Sumarno.

Menanggapi hal itu, Kepala Satpol PP, Much Risun yang ikut dalam audiensi mengatakan bahwa penertiban tersebut menindaklanjuti surat dari Dinas Perindag. Bahkan, sudah berupaya dengan teguran lisan dan tertulis, namun pedagang masih tetap berjualan di lokasi parkir. “Kami hanya menegakkan aturan, untuk masalah KTP sudah disiapkan untuk dikembalikan,” kata Risun.

Ketua DPRD Bambang Kusriyanto yang memimpin rapat audiensi menilai Satpol PP tidak adil dalam menertibkan aturan. Sebab di Kabupaten Semarang masih banyak pelanggaran Perda, tetapi tidak pernah ditertibkan. Bambang juga meminta agar pembagian kios maupun los dilakukan oleh dinas, sebab Pasar Projo milik Pemkab Semarang.

“Banyak perusahaan besar yang tidak berizin dan menyalahgunakan izin tidak ditertibkan. Tapi pedagang kok ditertibkan. Kalau mau menegakkan perda ya semuanya, jangan cuma masyarakat kecil. Selain itu, semestinya yang membagi kios dan los itu Dinas Koperasi UMKM dan Perindag, karena ini pasar milik Pemkab. Asrofi iku sopo kok mbagi kios dan los?” tutur Bambang.

Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perindag, M Natsir yang juga hadir dalam rapat audiensi memaparkan bahwa total jumlah pedagang di Pasar Projo sebanyak 1.709 pedagang, terdiri atas 195 pedagang kios, 1.041 los, dan 473 pedagang lesehan. Saat ini, sudah ada 10 pedagang lesehan yang dapat los. Bahkan masih berjanji nantinya 473 pedagang lesehan akan tertampung semua di Pasar Projo. Selain itu, Natsir juga menyebutkan ada 24 pedagang liar yang masuk sebagai penumpang gelap di Pasar Projo.

Dalam rapat audiensi tersebut disepakati pedagang pasar pagi hanya dibatasi waktu berjualan sampai pukul 06.00. Tujuannya agar tidak mengganggu hak masyarakat lainnya yang akan berangkat sekolah atau berangkat kerja. Sebab, jika dibiarkan sampai lewat pukul 06.00 akan terjadi kemacetan parah akibat aktivitas pedagang dan parkir. “Selain masalah pembatasan waktu, juga akan diatur tentang kabel listrik. Karena khawatir terjadi korsleting listrik yang menyebabkan kebakaran,” katanya. (tyo/ida)