Pelatih Asing Serap Anggaran Besar

206
ANGKAT PRESTASI: Pelatih asing Taekwondo Jawa Tengah asal Korea Selatan Sim Woo Jin, saat melatih para atlet pelatda Jateng untuk pra PON mendatang. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
ANGKAT PRESTASI: Pelatih asing Taekwondo Jawa Tengah asal Korea Selatan Sim Woo Jin, saat melatih para atlet pelatda Jateng untuk pra PON mendatang. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – KONI Jateng akan mulai memprogramkan Pelatda pada bulan Juni 2015 mendatang, delapan pelatih asing sudah bisa menangani pelatda Jateng untuk persiapan menghadapi babak kualifikasi PON.

Hingga saat ini baru cabang taekwondo yang sudah mendatangkan pelatih asing. Cabang lain yang bakal ditangani pelatih asing adalah renang, wushu, tinju, paralayang, aeromodelling, renang, atletik dan biliar. ”Kami targetkan Juni-Juli para pelatih asing sudah kami datangkan ke Jateng. Itu dengan pertimbangan Desember adalah batas terakhir pelaksanaan babak Pra-PON. Para pelatih ini punya waktu yang cukup guna memoles atlet-atlet kita,” kata Wakil Ketua Umum II KONI Sudarsono.

Menurut dia, setelah taekwondo merekrut pelatih Korsel Sim Woo Jin, pada akhir Mei ini cabang wushu mendatangkan pelatih asal Cina kelahiran 29 Maret 1984 Gao Dezhen. Di cabang tinju juga berencana mengusung pelatih asal Thailand.

Ditegaskannya, bahwa tujuan program pelatih asing adalah dalam upaya mendapatkan pencapaian optimal di babak Pra-PON. Kecuali mendapatkan suntikan latihan teknik ala luar negeri, lebih dari itu keberadaan pelatih asing juga diharapkan mengangkat kepercayaan diri para atlet.

Terkait dengan permintaan cabang menembak yang ingin kembali menggunakan pelatih asing, Sudarsono ditemui kemarin menegaskan untuk tahun ini cabang menembak tidak difasilitasi mendatangkan pelatih asing. ”Kami berharap prestasi Jateng di Pra-PON bisa maksimal,” tandas Sudarsono.

Diakuinya, mendatangkan pelatih asing butuh dana yang besar. Dia mencontohkan untuk merekrut Dezhen saja, gaji per bulannya Rp 25 juta. Angka tersebut belum termasuk fasilitas akomodasi, transportasi dan jasa penerjemah yang jika dibulatkan mencapai Rp 40 juta per bulan.

Pengeluaran itu hampir sama dengan pengeluaran tujuh pelatih asing lainnya. Kecuali pelatih asing, sambung Sudarsono, KONI pun menghadirkan konsultan asing dari Australia Barry Daniel. Nilai gaji Barry sendiri mencapai Rp 40 juta per bulannya. ”Sama seperti pelatih asing, Barry akan datang diperkirakan Juni nanti. Tenaga dan pikiran dia diharapkan bisa menjadi rujukan dalam program latihan kita sehingga nanti bisa maksimal di Pra PON maupun PON,” imbuhnya. (bas/smu)