Soemarmo Banjir Dukungan

174
DISAMBUT WARGA: Balon Wali Kota Semarang, Soemarmo HS, menyalami warga saat mengembalikan berkas pendaftaran di Sekretariat Koalisi Partai Gerindra-PAN Jalan Cinde kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DISAMBUT WARGA: Balon Wali Kota Semarang, Soemarmo HS, menyalami warga saat mengembalikan berkas pendaftaran di Sekretariat Koalisi Partai Gerindra-PAN Jalan Cinde kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DISAMBUT WARGA: Balon Wali Kota Semarang, Soemarmo HS, menyalami warga saat mengembalikan berkas pendaftaran di Sekretariat Koalisi Partai Gerindra-PAN Jalan Cinde kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

CANDISARI – Dukungan terhadap bakal calon Wali Kota Semarang Soemarmo Hadi Saputro terus mengalir. Terbukti, saat pengembalian berkas pendaftaran ke kantor sekretariat Koalisi Garuda-Matahari (Partai Gerindra-PAN) di Kawasan Cinde, kemarin (7/5), mantan Sekda Kota Semarang itu diiringi ribuan simpatisan dari berbagai elemen masyarakat.

Sekitar pukul 10.00, Soemarmo menuju Sekretariat Gerindra-PAN, dengan menaiki bendi atau andong. Sementara ribuan massa pendukung menggunakan kendaraan dan mobil mengikutinya dari belakang. Berangkat dari rumahnya di kawasan Sumurboto, Banyumanik, konvoi Soemarmo melewati Jalan Setiabudi-Jalan Gombel-Jalan Teuku Umar-Jalan Dr Wahidin-Jalan Tentara Pelajar dan Jalan Cinde. Sesampainya di kantor sekretariat, Soemarmo disambut rembana ibu-ibu dan jaran eblek. Soemarmo lantas turun dan menyalami warga sekitar yang turut menyaksikan pengembalian berkas.

Usai menyerahkan berkas, Soemarmo tidak langsung mengambil rute jalan pulang ke Banyumanik, tapi menyempatkan diri konvoi keliling kota, dengan rute Jalan MT Haryono-Bubakan-Pasar Johar-Jalan Pemuda. Bahkan Soemarmo sempat berhenti di depan Balai Kota Semarang dan menyempatkan foto bersama simpatisannya di depan gerbang balai kota. Setelah itu, dia pulang ke Sumurboto dengan mengendarai mobil pribadinya. Konvoi tersebut sempat membuat arus lalu lintas tersendat.

Soemarmo mengatakan, banyaknya rombongan yang mengantarnya dalam mengembalikan formulir pendaftaran menunjukkan salah satu bentuk dukungan masyarakat terhadap dirinya. ”Maunya saya seperti waktu kemarin mengambil formulir pendaftaran. Cukuplah beberapa orang yang ikut. Namun karena keinginan masyarakat seperti ini, kami tidak bisa melarang,” ungkapnya.

Diakuinya, keinginannya maju dalam pilwalkot telah diperhitungkan dengan matang. Bahkan semua kalangan dan partai politik di Kota Semarang telah dirangkul untuk dapat memenangkannya kembali kursi Semarang satu. ”Untuk membangun sebuah kota agar lebih baik lagi dibutuhkan peran serta dari semua golongan, sekaligus partai politik,” katanya.

Ketua Desk Pilkada Koalisi Gerindra-PAN, Hermawan Sulis, mengatakan, sampai kemarin sebanyak 13 bakal calon mendaftar di koalisi ini. Tiga di antaranya mendaftar sebagai balon Wali Kota Semarang. Pihaknya akan menunggu pengembalian formulir pendaftaran hingga 13 Mei pukul 18.00.

”Tiga yang maju sebagai wali kota yakni Soemarmo HS, Sigit Ibnu Nugroho (tokoh muda dari Prabowo Centre), dan Bambang Husodo (staf Komisaris Bank Jateng). Sementara 10 pendaftar bakal calon wakil wali kota salah satunya Mualim yang saat ini menjabat Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang,” terangnya.

Mualim mengakui, maksud dan tujuan dirinya mendaftar bakal calon Wakil Wali Kota Semarang dengan alasan ingin membuat perubahan Kota Semarang yang lebih baik. Perubahan ini nantinya untuk pelayanan masyarakat yang lebih baik juga.

”Terutama pada perangkat SKPD-nya. Harus ada perubahan yang lebih baik. Lihat saja sekarang banyak SKPD yang tersandung kasus hukum. Maka nanti saya akan perbaiki itu, supaya pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih baik,” tegasnya.

Terpisah, Pakar Transportasi Unika Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno juga tak mau kalah ketinggalan dalam meramaikan bursa Pilwalkot 2015. Pakar pengkritik transportasi tersebut nekat maju dan mendaftar bakal calon wali kota melalui Koalisi Tugu Muda (Golkar, PKS dan Demokrat) pada Kamis, (7/5) kemarin.

”Saya maju karena juga mendapat dorongan dan dukungan dari partai dan masyarakat. Jadi, pemimpin jangan hanya yang berpikir 5 tahunan saja, harus berpikir juga untuk 50 tahun mendatang,” katanya. (mha/zal/aro/ce1)