Begal Berstatus Mahasiswa Ditangkap

194
BEGAL DEMAK: Kapolres Demak AKBP Heru Sutopo memintai keterangan dua pelaku curanmor di Mapolres Demak, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BEGAL DEMAK: Kapolres Demak AKBP Heru Sutopo memintai keterangan dua pelaku curanmor di Mapolres Demak, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK-Jajaran Satuan Reskrim Polres Demak berhasil menyita dan mengamankan 25 sepeda motor yang diduga sebagai hasil pencurian. Bahkan, polisi juga berhasil menangkap dua tersangka yang berperan sebagai pemetik dan penjual motor curian tersebut.

Kedua tersangka berinisial MAA, 23, seorang mahasiswa, dan temannya SU, 19, nelayan, warga Desa Purworejo, Kecamatan Bonang. Dari tangan kedua pelaku, diamankan barang bukti (BB) Yamaha Mio Soul warna hitam nopol B 3945 NOP, kunci motor dan satu unit motor Yamaha Jupiter Z warna merah oranye.

Dan, dalam pengembangan kasus tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti lebih banyak lagi dari rumah warga sekitar desa tersebut. Warga ternyata menjadi korban para pelaku curanmor. Mereka mau membeli motor dengan harga murah karena diiming-imingi motor tersebut ada surat kendaraannya. Namun, STNK motor rata-rata adalah palsu dan tidak dilengkapi dengan bukti kepemilikan.

Dua pelaku dalam praktiknya juga kerap menakuti korbannya dengan senjata tajam (sajam) berupa belati. Karena itu, dalam menjalankan aksinya di jalan raya, mereka tak segan mengancam korbannya agar mau menyerahkan motor yang dikendarai.

“Saya merampas motor ini belajar sendiri otodidak. Hasil curian kita gunakan untuk foya-foya mabuk dan lainnya,”ujar MAA saat dimintai keterangan di Mapolres Demak, kemarin.

MAA kepincut mengambil motor milik orang lain di dekat dermaga pelabuhan ikan Morodemak Bonang sembari bermain sepak bola dilokasi tersebut.

“Saya baru tiga kali mencuri motor ini. Saya coba dulu apakah motor dikunci pemiliknya atau tidak. Kalau tidak langsung saya bawa lari dengan kunci bandrek. Ada pula motor dengan hasil rampasan atau pembegalan dijalan saat tengah malam. Saya diberi belati sama teman untuk menakuti korban. Kalau tidak mau berhenti saya belati,”jelas MAA.

Belati tersebut telah dibuang di sungai. Semula polisi langsung bergerak menangkap pelaku setelah mendapati informasi bahwa pelaku melakukan pencurian motor di dermaga Morodemak tersebut. Korbannya adalah Miftahul Anwar, 23, nelayan warga Dukuh Tambakmalang RT 3 RW 6, Desa Purworejo.

Tak lama kemudian, Kasat Reskrim AKP Philips Samosir memerintahkan Kanit Resmob Ipda Sumarno dan anggota melakukan penangkapan terhadap tersangka yang saat itu sedang berada di rumahnya di Desa Purworejo, Bonang. Dalam perkembangannya, polisi juga berhasil menangkap satu tersangka lainnya.

Kapolres Demak AKBP Heru Sutopo mengatakan, motor hasil curian tersebut dijual kepada warga antara Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per unit. Ada pula yang dijual hingga Rp 2,7 juta.

“Motor-motor tersebut merupakan hasil pencurian dengan pemberatan. Dari hasil pengembangan, ada kendaraan yang didapatkan dari rumah warga. Mereka menjadi korban pelaku karena mau membeli motor hasil curian dengan iming-iming surat lengkap dengan harga murah. Tapi, setelah kita jelaskan ke warga itu bahwa motor itu hasil curian maka mereka mau mengembalikan secara sukarela. 24 motor diantaranya diperoleh dari rumah warga,”kata Kapolres AKBP Heru didampingi Kasubag Humas AKP Zamroni.

Menurutnya, dalam kasus curanmor ini, tidak ada pengepul. Begitu pelaku mendapatkan hasil curian mereka langsung menawarkan motor itu kepada warga.

Kasat Reskrim Polres Demak AKP Philips Samosir menambahkan, baru satu kelompok tindak kriminal tersebut yang diungkap. Kini, pihaknya masih mengembangkan kasus tersebut kaitannya dengan dua kelompok curanmor lainnya.
“Masih kita kembangkan terus,”katanya.

Informasi yang dihimpun, pencurian diduga melibatkan jaringan Jepara dan Semarang. Para pelaku akan dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.(hib/aro)