Razia Premanisme, Amankan Enam Pengamen

224
OPERASI CANDI : Polisi mengamankan pengamen jalanan dalam razia yang digelar di sejumlah tempat, Selasa (5/5) siang kemarin. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
OPERASI CANDI : Polisi mengamankan pengamen jalanan dalam razia yang digelar di sejumlah tempat, Selasa (5/5) siang kemarin. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN-Jajaran Polres Semarang dalam Operasi Macan Satu Candi, yang digelar perdana Selasa (5/5) siang kemarin, hanya berhasil mengamankan enam orang pengamen. Mereka terjaring di sejumlah kawasan di Kabupaten Semarang, seperti di perempatan depan Rumah Sakit Umum Dearah (RSUD) Ungaran, Pasar Bandungan dan Terminal Bawen.

Operasi tersebut untuk menciptakan suasana kondusif terutama menjelang pelaksanaan Pilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2015 di Kabupaten Semarang. Sasarannya adalah premanisme dan pelaku kejahatan. Sedangkan yang terjaring operasi, kemudian diangkut menuju ke Mapolres Semarang untuk didata dan diberi pembinaan, setelah itu dilepas kembali.

“Operasi ini dilaksanakan dalam rangka cipta kondisi untuk menjaga situasi Kamtibmas (Keamanan Ketertiban Masyarakat) di Kabupaten Semarang. Sasarannya premanisme dan aksi kriminalitas,” terang Wakapolres Semarang, Kompol Sunarno, usai pelaksanaan operasi.
Wakapolres menambahkan, mereka yang terjaring operasi akan didata dan dibina. Jika ada yang terindikasi terlibat kejahatan, akan diproses. Namun keenam orang tersebut tidak terindikasi kejahatan sehingga dilepas kembali.

Polres Semarang juga akan membangun kerjasama dengan perusahaan untuk menyalurkan para pengamen atau preman-preman yang sudah dibina. “Ada empat program Polres Semarang, yakni peduli kesejahteraan, peduli pendidikan, peduli pengangguran dan peduli pembangunan. Jadi kami akan melakukan pembinaan dan pendataan. Para pengamen yang tidak memiliki pekerjaan akan kami salurkan bekerja di perusahaan,” ungkap Sunarno.

Operasi tersebut, menurut Sunarno, akan rutin dilakukan. Termasuk menggelar operasi preman, pengamen, dan juga operasi penyakit masyarakat berupa perjudian dan minuman beralkohol di wilayah hukum Polres Semarang. “Harapan kami, kegiatan ini dapat menciptakan suasana tertib, aman dan kondusif menjelang pilkada 2015 Desember nanti,” pungkasnya. (tyo/ida)