Polisi segera Tetapkan Tersangka

197

MUGASSARI- Penyidik Sub Direktorat (Subdit) III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng berjanji akan menuntaskan kasus dugaan korupsi pembelian Gedung Oudetrap di kawasan Kota Lama, Semarang. Saat ini, penyidik mengaku akan menaikkan tahap dari penyelidikan ke penyidikan. Itu artinya, dalam waktu dekat bakal ada tersangka dalam kasus tersebut.

“Masih dalam penyelidikan, kami segera naikkan tahapan dari penyelidikan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Kombes Pol Edhy Moestofa saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di Markas Ditreskrimsus Polda Jateng, Jalan Sukun Raya No 46 Banyumanik, Semarang, Senin (4/5).

Pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan gelar perkara secara internal untuk memetakan, dan memelajari bukti-bukti yang telah diselidiki dalam tahap penyelidikan. Setelah itu dinaikkan ke tahap penyidikan.

Sebelumnya, Kepala Sub Direktorat (Subdit) III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Jateng, AKBP Syarif Rahman, mengatakan, pihaknya akan mengoptimalkan penyelidikan terkait kasus ini. “Masih terus kami lakukan penyelidikan, kami optimalkan untuk memberi kepastian hukum. Agar tidak mengambang,” ujarnya.

Pihaknya juga berjanji akan transparan terhadap proses penyidikan yang dilakukan. Dijelaskan, sejauh ini penyidik Ditreskrimsus Polda Jateng telah memeriksa sejumlah saksi dari berbagai pihak. Di antaranya, pemilik Oudetrap, Sekda, pejabat Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD), serta pihak-pihak terkait.

Saat ini, pihaknya juga mengaku masih akan memeriksa sejumlah pejabat lain untuk dimintai keterangan terkait dugaan kasus korupsi dalam Gedung Oudetrap tersebut.

Ketua Komite Penegakan Pemberantasan Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KP2KKN) Jateng, Ronny Maryanto selaku pihak yang melaporkan kasus dugaan korupsi pembelian gedung tua di Jalan Srigunting No 3 Kota Lama Semarang tersebut, sebelumnya juga menilai bahwa proses hukum kasus ini lambat. Selain dilaporkan ke Mapolda Jateng, kasus ini juga diselidiki oleh Kejati Jateng. Namun sejauh ini, kedua instansi hukum itu belum menetapkan tersangka dalam kasus ini.

Ronny menyarankan, sebaiknya Kejati Jateng dan Polda Jateng bermitra dan jangan sampai menjadi polemik. “Seharusnya bisa bermitra untuk saling menguat bukti-bukti yang mereka punya. Jika proses tersebut sudah dalam tahap penyidikan, maka tidak boleh ditangani oleh dua instansi yang berbeda. Salah satu harus ada yang mengalah,” katanya.

Seperti diketahui, dugaan korupsi pembelian Gedung Oudetrap oleh Pemkot Semarang menggunakan APBD Perubahan 2014 senilai Rp 8,7 miliar. Saat ini, penyidik tengah membidik siapa tersangka dalam kasus dugaan korupsi tersebut. Pihak pemkot sendiri sempat mengklaim pembelian Gedung Oudetrap telah sesuai prosedur. Pembelian tersebut dilakukan berdasarkan penafsiran harga sesuai perhitungan pihak appraisal (penaksir harga). (amu/aro)