Kabid Cipta Karya DPU Huni Kedungpane

217
RESMI DITAHAN: Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Rembang M Chaeron saat dibawa penyidik Kejati Jateng menuju Lapas Kedungpane, kemarin. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)
RESMI DITAHAN: Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Rembang M Chaeron saat dibawa penyidik Kejati Jateng menuju Lapas Kedungpane, kemarin. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)

PLEBURAN- Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Rembang, M. Chaeron resmi huni lapas Kedungpane, Semarang setelah tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng menahan dirinya atas kasus dugaan korupsi pekerjaan pemeliharaan lingkungan permukiman (PLP) TA 2013, Senin (4/5)

Kepala Kejati Jateng, Hartadi mengatakan, proses penyelidikan sudah dimulai sejak 2 Maret 2015 dan ditingkatkan statusnya ke penyidikan 18 hari kemudian yakni pada 20 Maret 2015. “Proyek pemeliharaan itu dilakukan di lima tempat, diantaranya di Dukuh Nganguk Desa Gunungsari, Dukuh Pentil dan Dukuh Mulo. Proyek tersebut bersumber dari dana APBD Rembang senilai Rp 1,2 miliar itu terdiri dari lima pekerjaan dengan total kerugian sekitar Rp 301,7 juta,” kata Hartadi

Hartadi menyebutkan, M. Chaeron bertindak sebagai pejabat pembuat komitmen (PPKom), selain itu penyidik juga masih memeriksa satu tersangka dalam kasus tersebut yakni Ali Mustaqim, Direktur CV Bangun Abadi Sky yang hingga kini belum ditahan. ”Kerugian negaranya bervariasi untuk setiap pekerjaan dan keseluruhan dari lima kegiatan lebih dari Rp 301 juta,” sebut Hartadi.

Hartadi mengatakan, M. Chaeron ditahan usai dilakukan pemeriksaan dan dibawa ke Lapas Kedungpane selama 20 hari ke depan. “Berdasarkan keterangan ahli dari Universitas Negeri Semarang (Unnes), proyek yang dikerjakan itu tidak sesuai dengan bestek dalam kontrak serta mutu dan volume tidak sesuai bahkan ada juga pekerjaan yang fiktif,”ungkapnya

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Johny Manurung menambahkan, terkait pengembangan kasus ini, pihaknya mengaku masih akan melanjutkan proses penyidikan terlebih dahulu termasuk juga untuk tersangka lainnya Ali Mustaqim.
”Hingga kini belum ada pengembangan untuk tersangka lainnya, masih dua saja dalam berkas terpisah tetapi kami masih melanjutkan proses penyidikan. Penahanan ini juga dilakukan untuk mempercepat proses penyidikannya,” sebutnya

Seperti diketahui, tersangka kasus dugaan korupsi proyek di lingkup Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Rembang diduga berupaya mengubah barang bukti. M. Chaeron yang merupakan Kepala Bidang Cipta Karya DPU Rembang merupakan tersangka dugaan korupsi enam proyek PLP atau penyehatan lingkungan permukiman, salah satunya di Dusun Pentil Desa Gunungsari Kecamatan Kaliori, senilai Rp196 juta.
Dalam kasus itu, Sinarman juga telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, telah lebih dulu ditahan. Sinarman disangka mengorupsi proyek pemeliharaan drainase di Dusun Sulo Desa Kenongo, Sedan. (bj/zal)