Proyek Dianggarkan Lagi, Dewan Berang

104
BELUM RAMPUNG : Pembangunan Tugu Adipura dilanjutkan pembangunannya. Pihak rekanan masih melakukan pemeliharaan tugu tersebut, padahal masa kontraknya sudah habis sejak Desember lalu. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
BELUM RAMPUNG : Pembangunan Tugu Adipura dilanjutkan pembangunannya. Pihak rekanan masih melakukan pemeliharaan tugu tersebut, padahal masa kontraknya sudah habis sejak Desember lalu. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
BELUM RAMPUNG : Pembangunan Tugu Adipura dilanjutkan pembangunannya. Pihak rekanan masih melakukan pemeliharaan tugu tersebut, padahal masa kontraknya sudah habis sejak Desember lalu. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)

BATANG – Pembangunan Tugu Adipura yang terletak di jalur pantura Desa/Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang dikecam Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Batang. Pasalnya, pembangunan tersebut tidak dibenarkan untuk dilanjutkan menggunakan dana APBD 2015.

Proyek Tugu Adipura tersebut dibangun menggunakan APBD 2014 senilai Rp 250 juta. Kini pembangunnya dilanjutkan dengan penambahan anggaran Rp 200 juta dari APBD 2015. Sehingga terjadi penggunaan anggaran multiyears yang tidak tahu kapan akan selesai pembangunannya dan menyalahi aturan penggunaan anggaran.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Batang, Sunarto mengungkapkan, pembangunan lanjutan Tugu Adipura senilai Rp 200 juta dari APBD 2015 menyalahi aturan penggunaan anggaran. Sebab sebelumnya pembangunan Tugu Adipura yang dibiayai APBD 2014 sebesar Rp 250 juta lebih dari cukup.

Menurutnya jika Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Batang tetap melanjutkan pembangunan dengan menggunakan APBD 2015 sebesar Rp 200 juta, menunjukkan bahwa pembangunan sebelumnya tanpa perencanaan.

“Pembangunan Tugu Adipura, tahun 2014 sudah menelan biaya Rp 250 juta, itu kan sudah selesai. Kenapa sekarang ditambah lagi anggaran Rp 200 juta, untuk proyek lanjutan. Ini jelas bahwa BLH tidak merencanakan proyek Tugu Adipura dengan baik, asal bangun saja,” ungkapnya.

Dia juga mengingatkan, BLH Kabupaten Batang, tetap bersikukuh melanjutkan pembangunan maka akan menemui masalah hukum di kemudian hari. “Silahkan BLHmelanjutkan pembangunan Tugu Adipura dengan menggunakan APBD 2015, tapi yang jelas itu akan menjadi temuan oleh BPK, dan akan menjadi masalah hukum,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BLH Kabupaten Batang, Agus Riyadi memastikan pihaknya akan melanjutkan pembangunan Tugu Adipura. Menurutnya proyek dilanjutkan untuk menyelesaikan sejumlah pekerjaan finishing.

“BLH menganggarkan lagi sebesar Rp 200 juta, baik untuk perencanaan, pelaksanaan konstruksi, maupun pengawasannya. Mudah-mudahan, kegiatan lanjutan ini bisa mempercantik tugu Adipura,” jelasnya.

Agus juga menandaskan, dana Rp 200 juta untuk pengaturan drainase air karena lokasi termasuk daerah resapan air. Karena jika terjadi hujan, air di jalan akan masuk ke komplek tugu. Menurutnya penguatan tugu, serta kegiatan finishing seperti pengecatan dan pemasangan lampu perlu dilakukan. Selain penataan penghijauan taman tugu tersebut.

“Agar pondasinya tidak tergerus air, maka dibuatkan saluran, sehingga air bisa langsung masuk ke sungai yang ada di depan tugu. Nantinya pepohonan peneduh di sekitarnya akan ditata, sehingga bisa lebih mudah dilihat pengguna jalan,” tandasnya. (thd/ric)