Desa Kuwu Jadi Pemasok Sayuran

810
TINJAU: Ketua tim penilai lomba desa kabupaten Gatot Santoso didampingi Camat Dempet Anang Ruchiyat dan Kasi Permas Sururi saat meninjau pasar sayuran di Desa Kuwu, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TINJAU: Ketua tim penilai lomba desa kabupaten Gatot Santoso didampingi Camat Dempet Anang Ruchiyat dan Kasi Permas Sururi saat meninjau pasar sayuran di Desa Kuwu, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TINJAU: Ketua tim penilai lomba desa kabupaten Gatot Santoso didampingi Camat Dempet Anang Ruchiyat dan Kasi Permas Sururi saat meninjau pasar sayuran di Desa Kuwu, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK – Sejumlah desa di wilayah Demak masing-masing memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Desa Kuwu, Kecamatan Dempet misalnya, kampung yang dulu kategori desa tertinggal kini sudah bisa menjadi desa mandiri pangan. Desa ini mulai berkembang pesat sejak 2009. Bahkan, tahun ini Desa Kuwu dipercaya mewakili Kecamatan Dempet untuk ikut lomba desa tingkat kabupaten. Tim lomba desa, kemarin, langsung melakukan penilaian ke desa itu.

Kepala Desa Kuwu, Makhfud mengungkapkan, pihaknya bekerja keras untuk memberdayakan masyarakatnya supaya bisa mandiri pangan. Potensi pertanian yang selama ini hanya memproduksi padi, kini sudah berkembang menjadi berbagai tanaman, termasuk sayuran. Bahkan, desa ini juga telah mendirikan pasar sayuran. Ada kacang panjang, bawang merah, pare, tomat, cabe,terong, kacang, sawi dan lainnya. Pasar yang ramai pada sore hari itu menjadi jujukan para pedagang sayuran diberbagai wilayah.

Sayuran hasil tanaman petani setempat dipasok ke berbagai pasar tradisonal di Demak, Kudus, Jepara, Purwodadi, Solo, hingga Jawa Timur. Selain pasar sayur, Desa Kuwu mengandalkan prestasi. Diantaranya, desa ini tercepat dalam pelunasan PBB nomor 5 di Demak. “Warga membayar PBB secara serentak sehari lunas. Kedepan, kita berharap pelunasan pajak bisa lebih cepat lagi,”kata Makhfud dihadapan tim penilai dari kabupaten, kemarin.

Ia menambahkan, jumlah penduduk di Desa Kuwu mencapai 2.841 jiwa. Dari jumlah itu, warga kurang mampu tercatat mengalami penurunan dari 778 warga menjadi 417 warga miskin. “Kita sebagai warga kompak untuk merubah kondisi yang kurang sejahtera menjadi sejahtera. Karena itu, inovasi yang kita lakukan adalah dibidang pertanian. Tidak hanya padi saja, tapi berbagai sayuran kita tanam sehingga bisa menambah pendapatan warga. Disinilah desa ini kemudian memiliki slogan desa mandiri pangan,” imbuhnya.

Meski pinjaman UPK mencapai Rp 1,3 miliar, namun pinjaman tersebut dapat dilunasi dengan cepat. Camat Dempet Anang Ruchiyat mengatakan, Desa Kuwu mampu menjadi desa mandiri pangan berkat kepemimpinan yang baik. Semua ikut terlibat dalam menentukan masa depan desa. “Adanya pasar sayuran ini menunjukkan warga bisa kreatif dalam melakukan terobosan untuk mandiri pangan,”katanya.

Kasi Pemberdayaan Masyarakat (Permas) H Sururi menuturkan, UPK PNPM Dempet ikut berperan dalam memberdayakan warga, termasuk di Desa Kuwu tersebut. “Pasar sayuran yang berdiri sejak 2014 lalu ini juga berkat pembinaan PNPM. Program simpan pinjam perempuan (SPP) juga lancar,” katanya.

Ketua tim penilai kabupaten, Gatot Santoso mengungkapkan, Desa Kuwu memiliki keunggulan terkait potensi yang dikembangkan dalam bidang pertanian. Adanya pasar sayuran tersebut menjadi salah satu titik poin menambah kesejahteraan masyarakat. “Kita dokumentasikan pasar sayuran ini. Sebab, termasuk potensi yang bisa dikembangkan,” katanya. (hib/fth)