1.200 Pendekar Tolak ISIS

171
PERNYATAAN SIKAP : Para pendekar silat saat membubuhkan tanda tangan simbol penolakan terhadap ISIS pada Apel Akbar di lapangan Mataram, Kota Pekalongan, kemarin. (Hanafi/radar semarang)
PERNYATAAN SIKAP : Para pendekar silat saat membubuhkan tanda tangan simbol penolakan terhadap ISIS pada Apel Akbar di lapangan Mataram, Kota Pekalongan, kemarin. (Hanafi/radar semarang)
PERNYATAAN SIKAP : Para pendekar silat saat membubuhkan tanda tangan simbol penolakan terhadap ISIS pada Apel Akbar di lapangan Mataram, Kota Pekalongan, kemarin. (Hanafi/radar semarang)

PEKALONGAN – Lapangan Mataram Kota Pekalongan penuh sesak oleh ribuan pendekar dari 17 Perguruan Silat di Pekalongan. Sekitar 1.200 pendekar silat di Pekalongan yang tergabung dalam Ikatan Pesilat Seluruh Indonesia (IPSI) Kota Pekalongan sepakat dan mendeklarasikan diri menolak paham ISIS dan organisasi radikal lainnya, pada Apel Akbar Minggu (19/4) pagi.

Wakil Ketua IPSI Kota Pekalongan, Supardji yang bertindak sebagai inspektur upacara mengatakan, pernyataan sikap bersama seluruh anggota IPSI tersebut merupakan bentuk dukungan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Setelah apel, kegiatan yang hampir diikuti oleh seluruh perguruan silat yang ada di Kota Pekalongan tersebu juga digelar ajang mempertontonkan kemampuan dari masing-masing perguruan.

Suparji mewakili para pendekar menegaskan bahwa Perguruan Silat dengan tegas menolak paham radikalisme termasuk ISIS. “Kami para pesilat Kota Pekalongan dengan tegas menolak semua bentuk gerakan radikalisme, termasuk ISIS di dalamnya,” ucap Supardji.

Ditambahkan dia, dalam apel akbar tersebut, datang kurang lebih 1.200 pesilat dari 17 perguruan silat yang masih aktif. Dari total keseluruhan perguruan silat di Kota Pekalongan ada 27 lembaga. Di akhir acara seluruh pesilat yang hadir diajak membubuhkan tanda tangan sebagai bukti penolakan terhadap ISIS dan gerakan radikalisme di Kota Pekalongan. (han/ric)