Gelar Touring hingga Sharing Undang Mekanik

155
KOMPAK: Anggota Komunitas Suzuki Katana Indonesia (SKIN) Semarang saat menggelar bakti sosial kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KOMPAK: Anggota Komunitas Suzuki Katana Indonesia (SKIN) Semarang saat menggelar bakti sosial kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KOMPAK: Anggota Komunitas Suzuki Katana Indonesia (SKIN) Semarang saat menggelar bakti sosial kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Para pemiliki mobil Suzuki Katana dan Jimny tergabung dalam Komunitas Suzuki Katana Indonesia (SKIN) Semarang. Mereka kerap menggelar touring, berkumpul sekadar sharing dengan mengundang mekanik, baksos, hingga silaturahmi ke rumah anggota. Seperti apa?

M. HARIYANTO

KOMUNITAS SKIN Semarang terbentuk pada 2012. Berawal saat sejumlah pemilik mobil Katana dan Jimny Kota Semarang usai menghadiri Jambore Nasional Katana di Jogjakarta pada 2012.

”Setelah menghadiri jambore, teman-teman terinspirasi untuk membentuk komunitas ini. Tepatnya pada 24 Maret 2012, Komunitas SKIN Semarang resmi dibentuk. Kami juga terdaftar di Ikatan Mobil Indonesia (IMI),” jelas Ketua SKIN Semarang, Haryanto Sibat kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (12/4) kemarin.

Diakuinya, awal terbentuknya Komunitas SKIN Semarang hanya memiliki 10-15 anggota, yang didominasi anak muda Kota Semarang. Namun seiring bergulirnya waktu, anggota Komunitas SKIN bertambah hingga mencapai 43 orang.

”Sekarang anggota kami ada yang dari luar Kota Semarang, seperti Demak, Ungaran dan Kendal. Memang anggota kami tidak kami batasi, kalau bisa sebanyak-banyaknya. Tidak hanya dari komunitas mobil saja, bisa juga dari komunitas motor dan lainnya,” terangnya.

Dikatakan, kegiatan di komunitas ini tidak hanya touring dan berkumpul saja. Namun juga melakukan silaturahmi ke rumah-rumah anggota secara bergantian. Kopi darat tersebut wajib dilakukan setiap minggu pertama sebulan sekali.

”Kegiatan ini wajib diikuti semua anggota. Kita muter melakukan pertemuan di setiap rumah anggota kita. Saling mengenalkan diri pada anggota keluarga mereka. Tujuan kami bersilaturahmi untuk menjalin persaudaraan. Tidak sekadar teman dalam berkumpul di komunitas saja,” katanya.

Anggota Komunitas SKIN juga memiliki jadwal berkumpul rutin untuk melakukan sharing. Kegitan ini dilakukan pada minggu kedua setiap bulannya. Setiap sharing, juga mengundang seorang mekanik.

”Sambil kumpul, kita sharing tentang mesin, sparepart dan lainnya. Biar paham, kita juga mengundang ahli mesin. Kalau hanya sharing dan tidak ada yang lebih tahu kan buntu. Setidaknya setelah dapat ilmu dari mekanik, kita bisa otak-atik sendiri, supaya mobil menjadi nyaman,” ujarnya sambil tersenyum.

Dikatakan, rata-rata mobil Katana yang dimiliki anggota komunitas ini keluaran di bawah tahun 2000. Menurutnya, mobil tersebut sudah tidak selayaknya dijadikan tranportasi touring jarak jauh. Namun demikian, hal inilah yang sering membuat anggota lebih memiliki jalinan persaudaraan yang erat.

”Ya, namanya mobil tua, tidak lepas dari mogok. Pernah saat touring menghadiri Jamnas ke-3 di Jogja, ada mobil anggota kita yang mogok. Ya, otomatis semua anggota harus berhenti, tidak ada yang boleh meningggalkan sampai mobil yang mogok itu bisa jalan lagi. Kadang inilah rasa suka duka dalam perjalanan yang tidak terlupakan,” kenangnya.

Komunitas SKIN, kata dia, juga telah beberapa kali melakukan bakti sosial (baksos). Yang terakhir dilakukan Minggu (12/4) kemarin, dengan menyalurkan bantuan buku dan alat tulis di Pondok Pesantren di daerah Kali Kebo, Ungaran. ”Bantuan ini dihimpun bekerja sama dengan komunitas pencinta motor trail. Setiap 2 minggu sekali kita adakan kegiatan ini,” katanya.

Dalam waktu dekat, lanjutnya, Komunitas SKIN Semarang akan melakukan touring ke Jakarta untuk menghadiri Jambore Nasional SKIN pada September mendatang. Di Jateng sendiri kini ada 8 cabang SKIN, di mana Komunitas SKIN Semarang merupakan induk cabang Jateng. ”Tentunya kita men-support cabang yang anggotanya masih sedikit untuk bisa mengajak para pemiliki mobil Katana bergabung,” ujarnya.

Di sisi lain, kata dia, Komunitas SKIN selalu menghargai pengguna jalan lain. Dalam setiap perjalanan, pihaknya selalu mengantisipasi kepada anggotanya untuk selalu taat dan tertib dalam berlalu lintas. Bahkan setiap touring, iring-iringan mobil anggota juga dibatasi.

”Setiap touring kita tetap membatasi iring-iringan mobil. Maksimal 10 mobil beriringan. Jika lebih, kita akan bagi. Supaya pengguna jalan lain tidak terganggu,” kata Haryanto Sibat sambil menambahkan jika ingin bergabung dengan Komunitas SKIN Semarang bisa datang ke sekretariat Jalan Jomblang Barat, Candisari, Semarang. (*/aro/ce1)