Dua Tersangka BKM Ditahan

167

KALIBANTENG – Sri Rahayu dan Norma, dua tersangka kasus dugaan korupsi Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Tlogomakmur Tlogosari Kulon Pedurungan tahun 2012/ 2013, Senin (6/4) kemarin, resmi ditahan oleh penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang di lapas wanita kelas II A Semarang.

Kepala Lapas Wanita kelas II A Semarang, Suprobowati mengakui adanya pelimpahan penahanan atas nama tersangka Sri Rahayu dan Norma dari kasus dugaan korupsi BKM Tlogomakmur. ”Baru masuk Mas (17.20) berkasnya masih diperiksa petugas lapas, kondisi keduanya juga baik,” kata Suprobowati.

Suprobowati mengatakan sebelumnya memang tidak ada pemberitahuan akan adanya pelimpahan penahanan kedua tersangka namun pihaknya siap untuk menerima. ”Langsung diterima Mas, kalau surat dan berkas-berkasnya lengkap dan kondisinya sehat,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Kejari Semarang, DR Asep Nana Mulyana melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Tipidsus), Sutrisno Margi Utomo mengatakan, penyidik menahan tersangka dengan sejumlah pertimbangan, di antaranya dikhawatirkan melarikan diri.

”Selain itu, dikhawatirkan akan merusak atau menghilangkan alat bukti atau mengulangi tindak pidana tersebut. Pada kasus ini, tersangka juga belum mengembalikan kerugian negara,” kata Sutrisno.

Sutrisno mengatakan, kedua tersangka ditahan setelah sempat menjalani pemeriksaan beberapa jam. ”Usai diperiksa, sekitar pukul 16.00 langsung dikeluarkan perintah penahanan dengan sejumlah pertimbangan. Tersangka kami tahan di rutan wanita Bulu Semarang,” sebutnya.

Sutrisno menjelaskan, penyidikan atas perkara tersangka Norma yang sudah ditetapkan tersangka sejak akhir Maret lalu, masih terus dilakukan pemeriksaan. ”Penahanan keduanya telah cukup bukti dan dinilai terlibat. Dasar penahanannya juga sudah dipertimbangkan. Penyidikannya segera kami selesaikan dan segera kami limpahkan,” ungkapnya.

Seperti diketahui, dugaan korupsi terjadi atas penyelewengan uang bantuan BKM, di antaranya uang angsuran nasabah yang tidak disetorkan. Para tersangka diduga juga telah memalsukan laporan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Kedua tersangka dijerat Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang nomor 31/1999 sebagaimana diubah UU nomor 20/2001 tentang tindak pidana korupsi. Subsider Pasal 3 UU yang sama dan Pasal 8 KUHP. (bj/zal/ce1)