Diduga Tipu Banyak Nasabah Umrah

226

BARUSARI – Nasabah umrah, merasa ditipu oleh PT Mega Rozaq Tour Semarang. Pasalnya, uang puluhan juta rupiah milik masing-masing nasabah sudah disetor sejak beberapa waktu lalu, namun tak kunjung diberangkatkan. Bahkan, ketika uang tabungan tersebut hendak diminta kembali, juga tak kunjung diberikan.

Hal itu yang mendorong beberapa nasabah melaporkan ke Mapolrestabes Kota Semarang, pria bernama Paidi, 52, yang menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Mega Rozaq Tour Semarang, bersama Jumiatun, 40. Laporannya, atas dugaan tindak pidana penipuan terhadap sejumlah nasabah umrah yang hendak berangkat ke tanah suci melalui perusahaan biro jasa pemberangkatan umrah tersebut.

Diduga ada puluhan nasabah lain yang mengalami nasib serupa. Namun secara resmi ada empat nasabah yang telah melapor di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang.

Salah satu korban yang telah resmi melapor ke kepolisian adalah Eko Putra Sakti, 49, warga Jalan Payung Asri Barat XI/15 Pudak Payung Banyumanik, Kota Semarang. Dia mengaku mengalami kerugian Rp 71 juta. Uang tersebut sedianya untuk biaya perjalanan umrah sebanyak empat orang anggota keluarganya. ”Saya rencananya mau berangkat umrah bersama istri, ibu, adik, dan karyawannya adik,” kata Eko kepada Jawa Pos Radar Semarang di Mapolrestabes Semarang, Minggu (5/4) kemarin.

Eko mengaku kecewa. Sebab, biro jasa pemberangkatan umrah PT Mega Rozaq Tour Semarang yang terletak di Jalan Siliwangi Nomor 640 Kota Semarang itu tidak profesional. Sudah berkali-kali, mereka menjanjikan tanggal pemberangkatan kepada para nasabah. Namun berkali-kali pula, janji itu menguap.

Padahal, pelapor memasukkan uang biaya pemberangkatan umrah ke PT Mega Rozaq Tour Semarang sejak tanggal 5 April 2013 silam. Namun sampai sekarang tidak ada kejelasan. Pihak perusahaan hanya bisa berjanji dengan meminta para nasabah untuk bersabar.

”Pertama kali, ibu saya yang ditawari promo umrah secara lisan, sekitar dua tahun lalu. Awalnya ambil paket promo indent dengan harga lebih murah. Kami ditawari seharga Rp 17 juta per orang, kami berangkat empat orang. Kami membayar uang muka Rp 10 juta,” katanya.

Namun karena tidak segera diberangkatkan, Eko memutuskan untuk beralih ke paket reguler. Harganya naik menjadi Rp 23 juta dikalikan empat orang, yakni totalnya Rp 92 juta.

”Namun karena saya sudah mempunyai tiket pesawat Garuda Indonesia dari saudara, maka biaya Rp 92 juta itu dikorting. Sehingga saya tinggal membayar Rp 71 juta ke PT Mega Rozaq Tour,” beber pria yang juga pengusaha body repair mobil itu.

Eko mengambil paket reguler yang harganya lebih mahal itu berharap, agar cepat diberangkatkan. ”Tapi ternyata juga tidak kunjung diberangkatkan,” ujarnya.

Pemberangkatan kali pertama dijanjikan pada bulan April 2014. Begitu batal, janji berikutnya pada November 2014. Selanjutnya 21 Maret, 30 Maret, dan 3 April 2015. ”Ini masih dijanjikan lagi akan diberangkatkan tanggal 6 April 2015. Saya sudah tidak percaya lagi,” tegas Eko.

Pihak terlapor beralasan masih dalam proses pengurusan dan ada prosedur-prosedur yang harus dilakukan oleh perusahaan. Terlapor sempat meyakinkan kepada para nasabah dengan mengirimkan email berisi daftar peserta yang sudah didaftarkan ke maskapai penerbangan. Namun lagi-lagi terlapor ingkar janji.

”Karena sudah tidak percaya, kami meminta uang dikembalikan saja. Tapi pihak terlapor minta surat pembatalan. Mereka tidak mau bertemu secara langsung. Setiap kali berkomunikasi hanya melalui handphone,” katanya.

Sedangkan ibu Eko, Amriyatun, 70, mengatakan bahwa awalnya tertarik karena PT Mega Rozaq Tour menawarkan harga promo berangkat umrah dengan biaya murah. ”Saya tertarik, kemudian mendaftar bersama anak-anak. Pada 5 April 2013, resmi memasukkan uang Rp 30 juta. Sampai sekarang totalnya Rp 71 juta,” katanya.

Amriyatun mengaku sangat kecewa, karena impiannya menunaikan ibadah ke tanah suci tak kunjung terlaksana. Ia hanya diminta bersabar untuk menungu giliran.

Karena sudah tidak wajar. Pihaknya melaporkan Dirut PT Mega Rozaq Tour Semarang, Paidi, ke Mapolrestabes Semarang. Laporan bernomor LP : Rekom/05/IV/2015/SPKT/Restabes Smg, tersebut resmi diterima oleh pihak Polreatabes Semarang pada Kamis 2 April 2015.

Pihak Reserse Kriminal Polrestabes Semarang sendiri masih melakukan penyelidikan terhadap dugaan penipuan bermodus biro jasa pemberangkatan ibadah umrah tersebut. Pihak PT Mega Rozaq Tour Semarang sendiri belum berhasil dimintai konfirmasi terkait dugaan kasus penipuan ini. (amu/ida/ce1)