Yoyok Beri Sinyal Dampingi Hendi

345
SILATURAHMI POLITIK: Partai Koalisi PKS, Golkar dan Demokrat saat menggelar silaturahmi politik ke DPC PDIP Kota Semarang di Jalan Barusari I, kemarin. (RIZAL KURNIAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SILATURAHMI POLITIK: Partai Koalisi PKS, Golkar dan Demokrat saat menggelar silaturahmi politik ke DPC PDIP Kota Semarang di Jalan Barusari I, kemarin. (RIZAL KURNIAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SILATURAHMI POLITIK: Partai Koalisi PKS, Golkar dan Demokrat saat menggelar silaturahmi politik ke DPC PDIP Kota Semarang di Jalan Barusari I, kemarin. (RIZAL KURNIAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

”Harapan kami (dengan silaturahmi ini) bisa saling mengisi. Syukur-syukur masih terbuka adanya koalisi. Tapi, semua keputusan kita serahkan kepada ketua koalisi.”
Yoyok Sukawi
Korwil Dapil I Partai Demokrat Jateng

BARUSARI – Sejumlah partai politik (parpol) terus mematangkan strategi untuk menghadapi Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Semarang, yang rencananya akan digelar pada 9 Desember 2015 mendatang. Komunikasi politik pun terus dilakukan bagi sebagian partai. Seperti yang dilakukan Koalisi PKS, Golkar dan Demokrat.

Jumat (3/4) kemarin, mereka menggelar silaturahmi politik dengan PDIP. Koalisi tiga parpol ini berkunjung ke kantor DPC PDIP di Jalan Barusari I, Semarang Selatan. Berbeda dengan silaturahmi politik sebelumnya, khusus ke PDIP, koalisi dikawal langsung oleh pembina koalisi Yoyok Sukawi (YS).

Tidak hanya mengawal, Korwil Dapil I Partai Demokrat Jateng ini ikut aktif melakukan komunikasi dengan partai pemenang pemilu. Selain YS, sejumlah petinggi partai koalisi hadir, di antaranya Ketua DPD PKS Agung Budi Margono, Ketua DPD Golkar Agung Priyambodo dan Sekretaris DPC Demokrat Wahyu Winarto.

Sedangkan dari PDIP dipimpin sendiri oleh Ketua DPC Hendrar Prihadi didampingi sekretarisnya Kadarlusman dan wakil ketua Fajar Rinawan S. Di sela-sela pertemuan, tampak YS dan Hendrar Prihadi terlihat berbincang akrab dengan diselingi canda tawa keduanya. Pertemuan tersebut bisa jadi menjadi sinyal keinginan menduetkan Hendrar Prihadi-Yoyok Sukawi sebagai pasangan calon wali kota dan wakil wali kota dalam Pilwalkot mendatang.

”Harapan kami (dengan silaturahmi ini) bisa saling mengisi. Syukur-syukur masih terbuka adanya koalisi. Tapi, semua keputusan kita serahkan kepada ketua koalisi,” ujar Yoyok sembari menunjuk Agung Budi Margono.

Ketua DPC PDIP Kota Semarang, Hendrar Prihadi, menyambut baik silaturahmi politik yang dilakukan Koalisi Demokrat, PKS, dan Golkar, siang kemarin. Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam tersebut, semua pihak menginginkan Kota Semarang menjadi lebih baik dan lebih maju.

”Perhelatan bulan Desember nanti, yakni Pilwalkot, akan kita lalui dengan situasi yang semangatnya menjaga kondusivitas Kota Semarang. Terima kasih untuk komitmen bersama ini,” katanya.

Silaturahmi ini merupakan pembicaraan formal pertama antara PDIP dengan koalisi PKS, Golkar, dan Demokrat. Jika komunikasi politik dilakukan dengan intens, tidak menutup kemungkinan juga dua kubu tersebut berkoalisi.

”Saya rasa ini sangat dimungkinkan (koalisi), sepanjang ada jalur-jalur komunikasi di tingkat kota, provinsi, maupun pusat,” ujar Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi ini.

”Meski tujuan utama sama, keutuhan NKRI, pasti ada kepentingan-kepentingan politik yang barangkali harus kita lakukan pembicaraan yang intens supaya bisa mengerucut, supaya koalisi besar ini terbentuk,” tandasnya.

Agung Budi Margono sendiri menyatakan jika silaturahmi politik ini merupakan bagian dari kegiatan koalisi PKS, Golkar dan Demokrat, untuk menciptakan pesta demokrasi yang kondusif. Bukan dimaknai sebagai ajang pertempuran.

”Kita berharap pesta demokrasi nanti dimaknai pestanya rakyat. Masyarakat harus betul-betul gembira dan paling dapat manfaatnya, bukan malah dapat ributnya. Jadi, mau tidak mau di antara elite politik harus ada komunikasi,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Semarang ini.

Silaturahmi politik ini menjadi bagian dari kegiatan partai koalisi dalam rangka membangun Kota Semarang. Kalau kemudian konteksnya dipahami sebagai bagian dari penjajagan koalisi pilwalkot, menurutnya sah-sah saja. ”Pilwalkot hanya sebagian kecil saja yang kita bahas, yang utama tentu bagaimana membangun Kota Semarang secara bersama-sama agar semakin baik. Jadi konteks ini tidak bicara siapa mengajak siapa,” terangnya.

Sebelumnya, Kamis (2/4) malam, pihaknya juga mengunjungi DPC PKB. Setelah ini, koalisi PKS, Golkar dan Demokrat mengagendakan silaturahmi politik ke PPP.

Disinggung rencana penjaringan bakal calon kandidat wali kota dan wakil wali kota, Agung mengaku masih menyiapkan strategi baik mengenai waktu maupun metode penjaringannya. Saat ini, koalisinya masih fokus membangun komunikasi dengan partai lain maupun tokoh masyarakat Kota Semarang. Agar kandidat yang dimunculkan bisa diterima oleh masyarakat luas. Walaupun di dalam koalisi sendiri masing-masing partai telah menyimpan nama yang nantinya akan diusulkan dalam penjaringan nanti.

”Saran dan masukan menjadi penting buat kami sebelum menentukan waktu dan model penjaringan. Sehingga memunculkan calon yang tepat. Figur yang tepat untuk calon wali kota maupun wakilnya,” kata Agung.

Sekretaris Koalisi PKS, Golkar dan Demokrat, Agung Priyambodo, menambahkan, semua kemungkinan masih bisa terjadi. Termasuk koalisi dengan PDIP. Jika memang itu terjadi, kekuatan yang dihasilkan sudah cukup signifikan.

”Kebersamaan cukup luar biasa, kita ada 17 (kursi dewan Koalisi PKS-Golkar dan Demokrat) ditambah 15 (kursi dewan PDIP). Tentunya menjadi rumah yang sangat besar, karena jumlah tersebut sudah mencapai sekitar 62 persen. Luar biasa untuk Kota Semarang,” terangnya.

Agung juga mengakui jika saat ini masing-masing partai koalisi telah memiliki calon, namun nama itu masih disimpan sembari menunggu mekanisme penjaringan dari koalisi.

”Makanya kita belum mau ekspose calon baik dari PKS, Golkar dan Demokrat. Kalau kita sudah munculkan dulu, tidak akan menemukan titik temu yang luar biasa untuk Kota Semarang,” tandasnya. (zal/adv/aro/ce1)