Galian C Dampu Dikeluhkan Warga

237
BERBAHAYA : Jalan raya dari Dampu Kalongan menuju Kota Ungaran penuh lumpur akibat tanah galian C yang tercecer dari dump truck pengangkut tanah. Jika turun hujan, jalan menjadi licin dan banyak pengguna sepeda motor yang jatuh terpeleset. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
BERBAHAYA : Jalan raya dari Dampu Kalongan menuju Kota Ungaran penuh lumpur akibat tanah galian C yang tercecer dari dump truck pengangkut tanah. Jika turun hujan, jalan menjadi licin dan banyak pengguna sepeda motor yang jatuh terpeleset. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
BERBAHAYA : Jalan raya dari Dampu Kalongan menuju Kota Ungaran penuh lumpur akibat tanah galian C yang tercecer dari dump truck pengangkut tanah. Jika turun hujan, jalan menjadi licin dan banyak pengguna sepeda motor yang jatuh terpeleset. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

UNGARAN-Aktivitas galian C di Dusun Dampu, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, dikeluhkan masyarakat. Pasalnya, banyak material galian seperti tanah yang diangkut truk berjatuhan di jalanan yang dilewati dump truck pengangkut hasil tambang dari Dampu hingga Kota Ungaran. Sehingga jalanan menjadi licin setiap kali hujan turun dan menyebabkan banyak pengendara sepeda motor jatuh terpeleset.

Kepala Desa Kalongan, Ungaran Timur, Yarmuji mengatakan bahwa banyak warga yang mengadu karena banyak tanah galian C yang tercecer di jalanan. Akibatnya jalan menjadi licin karena berlumpur setelah turun hujan. Jika tidak turun hujan, jalan alternatif yang kerap dilewati dump truck galian C jadi penuh debu.

“Kami sudah meminta agar bak truk ditutup. Selain itu, meminta mereka menyediakan mobil tangki air untuk menyemprotkan tanah di jalan agar tidak licin atau berdebu. Banyak pengendara yang terganggu karena jalan yang licin dan berdebu,” kata Yarmuji, kemarin.

Yarmuji menegaskan bahwa pihaknya sudah memberikan teguran kepada para pekerja dan pegusaha galian C agar membersihkan ceceran material tambang yang tercecer di jalan menggunakan air. Selain itu, pemerintah desa (Pemdes) juga memerintahkan pengusaha menyiagakan pekerja di lokasi galian selama 24 jam. Tujuannya untuk memantau jika hujan deras, dikhawatirkan terjadi banjir lumpur. “Jika ketentuan itu tidak dipatuhi, kami akan mengeluarkan rekomendasi pencabutan izin,” kata Yarmuji.

Sementara itu, Ramlan, 30, warga di Lingkungan Kalikasir, Kalirejo, Ungaran mengatakan bahwa aktivitas tambang dari Dampu, Desa Kalongan juga berimbas pada warga di sepanjang jalan yang dilalui dump truck pengangkut bahan tambang. Sebab jalanan menjadi kotor berdebu dan berlumpur jika hujan. Tidak sedikit warga yang jatuh terpeleset karena jalanan menjadi licin. Warga yang merasa terganggu sempat menutup jalan dengan portal, agar truk tidak melintas di kawasan tersebut. “Kami berharap agar Pemkab Semarang tegas dalam menertibkan para penambang. Sebab aktivitas mereka itu sangat menganggu,” tutur Ramlan. (tyo/ida)