SMAN 1 Sayung Tanam 2 Ribu Batang Mangrove

245
SELAMATKAN LINGKUNGAN: Kepala SMAN 1 Sayung Siti Asiyah (tiga dari kiri) bersama para pejabat muspika Kecamatan Sayung mengangkat batang mangrove sebelum ditanam di belakang sekolah, kemarin. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)
SELAMATKAN LINGKUNGAN: Kepala SMAN 1 Sayung Siti Asiyah  (tiga dari kiri) bersama para pejabat muspika Kecamatan Sayung mengangkat batang mangrove sebelum ditanam di belakang sekolah, kemarin. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)
SELAMATKAN LINGKUNGAN: Kepala SMAN 1 Sayung Siti Asiyah (tiga dari kiri) bersama para pejabat muspika Kecamatan Sayung mengangkat batang mangrove sebelum ditanam di belakang sekolah, kemarin. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)

DEMAK-Bencana air pasang (rob) dan abrasi yang melanda beberapa desa di wilayah Kecamatan Sayung hingga kini terus merembet ke daerah sekitarnya, termasuk ke Desa Tugu. Bahkan, air rob juga sudah mulai merangsek masuk ke kawasan SMAN 1 Sayung yang berada di desa tersebut. Untuk mencegah air rob agar tidak meluas, SMAN 1 Sayung turut menggalakkan penanaman mangrove. Bahkan, sekolah ini telah menjadi percontohan dalam mengembangkan hutan bakau di kawasan tersebut.

Kepala SMAN 1 Sayung, Siti Asiyah mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Demak menanam sedikitnya 2 ribu batang mangrove. Mangrove tersebut difokuskan ditanam di belakang sekolah yang kini dikelilingi areal pertambakan.

“Suatu kebanggaan bagi kami. Sebab, SMAN 1 Sayung menjadi percontohan penanaman hutan bakau untuk menjaga kelestarian alam. Selain itu, menjadi satu-satunya sekolah di Demak yang menjadi mitra program Sekolah Pantai Indonesia (SPI). Salah satu programnya adalah penanaman mangrove ini. Sekolah ini juga telah meraih akreditasi A sejak Oktober lalu,”katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Siti Asiyah menambahkan, sebagai sekolah mitra SPI, maka lembaga pendidikan yang dipimpinnya tersebut juga turut berperan aktif dalam pencatatan curah hujan. Aksi tanam mangrove di SMAN 1 Sayung tersebut diikuti sekitar 500 orang. Terdiri atas para pelajar, guru, aparat TNI dan kepolisian, serta masyarakat Desa Surodadi dan Desa Tugu.

Selain Kepala SMAN 1 Sayung Siti Asiyah, juga ikut menanam Danramil Sayung Kapten Inf Suparjan, Camat Sayung Widodo, Kabid Kelautan DKP Suharto, serta Kasi Pemantauan dan Pemulihan Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Mohammad Sulkhan.

Kabid Kelautan DKP Demak, Suharto menambahkan, SMAN 1 Sayung telah bersinergi untuk turut menanggulangi bencana rob dan abrasi di wilayah Sayung. Karena itu, para siswa setempat di-training dan diajari bagaimana melestarikan lingkungan, termasuk dalam melakukan konservasi laut bersama warga pesisir.

“SMAN 1 Sayung yang berada di Desa Tugu ini menjadi benteng terakhir dalam menanggulangi abrasi. Sebab, Desa Tugu ini menjadi penyangga Desa Timbulsloko yang lebih dulu terkena dampak rob dan abrasi,”katanya.

Menurutnya, air asin yang sewaktu-waktu naik ke permukaan itu juga sudah menerjang Desa Sidogemah dan Gemulak yang juga berdekatan dengan Desa Tugu. Selain SMAN 1 Sayung, sekolah lain yang ikut terlibat menjadi relawan adalah SMAN 1 Mijen dan SMK Nusantara. (hib/aro)