Penanganan Erosi dengan Vetiver System

261
CEGAH EROSI: Personel Koramil 17/Balapulang bersama Perhutani, dan warga setempat, melakukan penanaman rumput vetiver, untuk mencegah erosi dan longsor. (Kodam IV for Jawa Pos Radar Semarang)
CEGAH  EROSI: Personel Koramil  17/Balapulang bersama Perhutani, dan warga setempat, melakukan penanaman rumput vetiver, untuk mencegah erosi dan longsor. (Kodam IV for Jawa Pos Radar Semarang)
CEGAH EROSI: Personel Koramil 17/Balapulang bersama Perhutani, dan warga setempat, melakukan penanaman rumput vetiver, untuk mencegah erosi dan longsor. (Kodam IV for Jawa Pos Radar Semarang)

TEGAL – Kabupaten Tegal khususnya di wilayah Clirit Desa Kalibakung memiliki topografi yang berbukit. Potongan bukit yang digunakan untuk jalan dengan kemiringan yang cukup tinggi. Kondisi ini mengakibatkan erosi dan rawan longsor terutama pada awal musim penghujan. Sedangkan pembuatan pelapis tebing sendiri tidak bisa bertahan lama. Salah satu upaya penanganan erosi untuk berbagai aplikasi pengendalian erosi dan stabilisasi lahan dengan metode vegetatif yaitu dengan vetiver system.

Untuk mencegah bencana longsor tersebut, Perhutani KPH Balapulang, Koramil 17/Balapulang dan Pjs Kepala Desa Kalibakung serta sejumlah eleman masyarakat menanam rumput jenis vetiver di kawasan bukit Clirit, di Desa Kalibakung Kecamatan Balapulang, Jumat (20/2).

Kawasan tersebut berada di tepi jalur wisata menuju objek pemandian air panas Guci. Pada pertengahan Februari lalu, terjadi pergerakan di bukit tersebut. Hal itu menyebabkan ruas jalan di tanjakan kawasan tersebut ambles di beberapa titik. Selain sebagai akses wisata, tanjakan yang berada di ruas Yomani-Guci itu juga merupakan akses perekonomian yang cukup vital bagi warga.

Administratur Perhutani KPH Balapulang, Isnin Soiban menjelaskan, vetiver system sangat efektif dalam Mengendalikan erosi lereng perbukitan dan potongan tebing pinggiran jalan seperti pengendalian longsor, di mana telah digunakan untuk menggantikan tata permukaan strip tanaman, di substitusi kontur tebing dan di stabilisasi selokan.

Rumput vetiver atau vetiveria zizanioides berguna untuk menahan konstruksi tanah dari erosi atau tanah longsor serta bisa untuk konservasi tanah dan air. Hal itu karena akar rumput cukup dalam, bisa menembus 4-5 meter di kedalaman tanah. ”Upaya penanaman rumput vetiver merupakan komitmen dari Perhutani dan Pemerintah Daerah Kabupaten Tegal untuk ikut menjaga lingkungan dan penanggulangan bencana alam,’’ kata Isnin didampingi Humas, Djoko Nuswantoro.

Dia menambahkan, penanaman rumput jenis vetiver dinilai ramah lingkungan dan tak memerlukan banyak biaya. Keunggulan rumput tersebut yakni tahan terhadap cuaca, dan mempunyai daya adaptasi yang baik. Isnin berharap, penanaman rumput di sana juga bisa sebagai upaya pembibitan. ”Dengan demikian, pada tahun-tahun berikutnya, rumput tersebut bisa disebar untuk ditanam di tempat-tempat yang rawan longsor lainnya,” pungkasnya.

Sementara itu Danramil 17/Balapulang Kapten Czi Dono Susilo menyatakan, pada prinsipnya TNI sangat siap membantu program dari Perhutani dan pemerintah dalam upaya penanggulangan dan pencegahan bencana alam. ”TNI siap membantu program Perhutani dan Pemda. Apalagi sekarang ini sudah ada perintah supaya TNI ikut membantu program pemerintah dalam rangka kedaulatan pangan nasional dan pelestarian lingkungan,” kata Danramil. (*/zal/ce1)