Atletik Sementara Loloskan 11 Atlet

235
MASIH TERBAIK: Krisna Wahyu, atlet tolak peluru Jateng saat tampil di PON 2012 lalu di Riau, di mana dia merebut medali emas. Krisna juga akan tampil di PON 2016 di Bandung setelah memastikan lolos kualifikasi. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)
MASIH TERBAIK: Krisna Wahyu, atlet tolak peluru Jateng saat tampil di PON 2012 lalu di Riau, di mana dia merebut medali emas. Krisna juga akan tampil di PON 2016 di Bandung setelah memastikan lolos kualifikasi. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)
MASIH TERBAIK: Krisna Wahyu, atlet tolak peluru Jateng saat tampil di PON 2012 lalu di Riau, di mana dia merebut medali emas. Krisna juga akan tampil di PON 2016 di Bandung setelah memastikan lolos kualifikasi. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Cabang atletik Jateng sementara berhasil meloloskan 11 atlet ke PON XIX/2016 Jabar. Mereka berhasil mencapai limit yang ditentukan oleh PB Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) di ajang Jatim Open lalu, yang digunakan sebagai salah satu babak kualifikasi PON.

Ketua Harian PASI Jateng Rumini mengatakan, hasil di Surabaya itu merupakan modal awal yang penting bagi Jateng saat di PON XIX nanti. Pengprov PASI Jateng akan lebih mengintensifkan menghadapi tahapan kualifikasi berikutnya di yaitu di Jateng Open.”Ini sudah sesuai dengan harapan kami karena masih dalam tahapan persiapan umum. Masih ada tahapan babak kualifikasi selanjutnya di antaranya Jateng Open, Mei mendatang,” kata Rumini dihubungi kemarin. Di Jateng Open nanti, provinsi ini akan turun full team mengikuti semua nomor yang diperlombakan.

Sedangkan atlet yang telah meraih tiket melalui babak kualifikasi di Jatim Open kemarin adalah Subur Santoso (100, 200, dan estafet 4×100 meter). Kemudian Mada Dwi (estafet 4 x100 meter), Okky S (100 meter dan lompat jauh, dan estafet), Muhamad Irul (estafet 4×100 meter), Arif (lompat tinggi), Dwi Ratnawati (lempar cakram), M Rusmanto (lempar lembing), Yoharisdiyanto (tolak peluru), Krisna Wahyu (tolak peluru), Hadi (800 dan 400 meter) dan Lentera Adi (lompat tinggi).

Rumini mengatakan, di Surabaya lalu Jateng tak bisa maksimal karena beberapa atlet harus absen karena cedera. Tahap pertama ini, Jateng meloloskan atlet cukup banyak terutama pada nomor lari jarak pendek, lempar dan lompat. “Kami yakin Jateng bisa meloloskan lebih dari 30 atlet. Dan nanti atlet akan memasuki fase persiapan khusus untuk Jateng Open. Momentum tuan rumah harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” lanjut peraih medali emas SEA Games 1995 itu.

Untuk nomor lari jarak menengah memang cukup berat karena standar yang ditentukan PB PASI sangat tinggi. Hal ini juga dialami daerah lain. Di Jatim Open lalu, Jateng berhasil membawa pulang enam emas, enam perunggu, dan enam perak. Satu nomor yang meraih emas yakni 3.000 meter halang rintang belum lolos ke PON dan masih akan dilihat pada Jateng Open nanti. (bas/smu)